Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 September 2025 | 15.53 WIB

Bitcoin Masih dalam Arah Positif dalam Jangka Panjang, Potensi Tembus USD 120 Ribu Terbuka Lebar

Ilustrasi bitcoin yang sedang "tertidur" karena tidak ada pergerakan market yang signifikan. (Dhimas Ginanjar/Dall-E/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi bitcoin yang sedang "tertidur" karena tidak ada pergerakan market yang signifikan. (Dhimas Ginanjar/Dall-E/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pelaku perdagangan aset kripto dalam negeri menyatakan pergerakan harga Bitcoin (BTC) yang mampu menembus angka USD 117.000 menunjukkan arah jangka panjang BTC tetap positif. Vice President Indodax Antony Kusuma menyebutkan, pada 19 September 2025 pagi, Bitcoin diperdagangkan pada level USD 117.182 setelah Federal Reserve Amerika Serikat memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.

Tantangan terdekat adalah mengubah level USD 117.000 menjadi support baru yang kuat, lanjut dia dalam keterangannya, dikutip dari Antara, Minggu (21/9). Jika berhasil, pasar menilai potensi Bitcoin untuk menembus USD 120.000 semakin terbuka lebar.

"Level psikologis USD 120.000 akan menjadi tonggak penting. Jika berhasil dilewati, bukan hanya kepercayaan investor yang semakin tinggi, tetapi juga potensi masuknya likuiditas baru dari institusi akan semakin besar," katanya.

Meski demikian, Antony menilai bahwa arah jangka panjang Bitcoin tetap positif, khususnya di tengah perubahan kebijakan moneter global. "Kita harus melihat gambaran besar. Penurunan suku bunga menandakan likuiditas kembali mengalir. Dalam sejarah, situasi ini selalu menjadi katalis bagi pertumbuhan aset digital," ujarnya.

Arus masuk ke ETF Bitcoin sepanjang pekan ini mencatat tren positif, meskipun sempat melambat saat keputusan FOMC belum diumumkan. Data ini memperkuat pandangan bahwa investor besar tidak terpengaruh gejolak jangka pendek.

Menurut dia, minat pengguna lokal tetap tinggi, terbukti dengan jumlah investor Indodax yang sampai saat ini terus tumbuh hingga 9 juta lebih. Bahkan, sepanjang tahun ini sudah menambah hampir 2 juta member baru.

Meskipun sebagian investor ritel masih menunggu konfirmasi tren, aktivitas transaksi di platform tetap stabil. "Hal ini mencerminkan adanya kepercayaan yang konsisten terhadap aset digital di Indonesia," katanya.

Menurut Antony, kebijakan moneter global akan tetap menjadi faktor utama penentu arah Bitcoin dalam beberapa bulan ke depan. Pasar akan terus memantau langkah The Fed berikutnya. Jika siklus pemangkasan suku bunga berlanjut, maka ruang pertumbuhan Bitcoin semakin terbuka.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore