Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 September 2025 | 17.11 WIB

Ethereum Diborong Rp 21,3 Triliun oleh Bitmine, Sinyal Bullish Makin Kuat

Ilustrasi Ethereum. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com – Harga Ethereum (ETH) kembali menunjukkan kekuatan setelah berhasil menembus level USD 4.600 atau sekitar Rp 75,6 juta, menandai kebangkitan pasar kripto yang sempat lesu. Salah satu pendorong utama reli ini adalah aksi borong besar-besaran oleh Bitmine Immersion Technology Inc., sebuah perusahaan treasury yang agresif menambah kepemilikan ETH di bulan ini.

Dikutip dari Bitcoinist, Selasa (16/9), Bitmine telah membeli lebih dari 276.800 ETH hanya dalam dua pekan terakhir, tepatnya pada tanggal 7 dan 14 September. Dengan harga rata-rata ETH saat itu, nilai pembelian tersebut mencapai sekitar USD 1,3 miliar atau setara Rp 21,3 triliun.

Langkah Bitmine ini dipandang sebagai sinyal keyakinan tinggi terhadap masa depan Ethereum, khususnya perannya dalam ekosistem smart contract dan keuangan terdesentralisasi (DeFi). Meskipun volatilitas pasar masih menghantui investor, Bitmine tampak tak tergoyahkan oleh fluktuasi harga.

Menurut analis kripto Crypto Patel, Bitmine melakukan akumulasi 74.300 ETH pada minggu pertama September, senilai sekitar Rp 5,9 triliun. Pada minggu kedua, pembelian melonjak menjadi 202.500 ETH, senilai lebih dari Rp 15,4 triliun.

Crypto Patel menyebut strategi ini sebagai bukti nyata bahwa institusi besar mulai menegaskan posisinya terhadap Ethereum. “Ini bukan sekadar spekulasi jangka pendek, melainkan langkah serius dari perusahaan yang yakin akan nilai jangka panjang ETH,” ujarnya dalam unggahannya di platform X.

Selain Bitmine, para investor besar atau yang biasa disebut whale juga mulai mengakumulasi ETH dalam jumlah signifikan. On-chain data menunjukkan bahwa dompet-dompet Ethereum yang berisi antara 10.000 hingga 100.000 ETH telah mencapai rekor tertinggi baru sepanjang masa.

Dompet-dompet ini kini menguasai porsi besar dari total pasokan Ethereum yang beredar. Bagi analis seperti Crypto Patel, ini merupakan sinyal klasik dari konsolidasi sebelum lonjakan besar di pasar.

“Ketika whale mulai menumpuk, itu artinya pasar sedang membangun landasan yang kuat untuk pergerakan besar berikutnya,” jelas Patel.

Dengan harga Ethereum yang sudah kembali di atas USD 4.600 (Rp 75,6 juta) dan terus mengarah ke level USD 4.700 (Rp 77 juta), banyak pengamat menilai ini baru awal dari tren naik yang lebih besar. Apalagi jika akumulasi oleh institusi seperti Bitmine terus berlanjut dan sentimen makro global mendukung aset berisiko seperti kripto.

Saat ini, Ethereum menjadi salah satu kripto paling menarik perhatian investor besar, tak hanya karena potensinya dalam DeFi, tetapi juga karena jaringan dan ekosistem aplikasinya yang luas dan terus berkembang.

Dengan akumulasi besar dari Bitmine, kebangkitan whale, dan momentum pasar yang mulai membaik, Ethereum tampaknya siap melanjutkan reli hingga akhir tahun. Apakah ETH akan melampaui rekor tertingginya dan benar-benar menembus Rp 77 juta? Waktulah yang akan menjawab.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore