
Ilustrasi Tether yang melakukan pembelian bitcoin dalam jumlah besar. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Isu bahwa perusahaan stablecoin terbesar di dunia, Tether, menjual sebagian kepemilikan Bitcoin untuk membeli emas langsung dibantah oleh CEO Paolo Ardoino. Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari Bitcoinist, Selasa (9/9), Ardoino menegaskan bahwa Tether justru memperkuat komitmennya terhadap Bitcoin, bukan melepasnya.
Spekulasi ini bermula dari laporan keuangan kuartal II tahun 2025 yang menunjukkan penurunan jumlah Bitcoin milik Tether, dari 92.650 BTC di akhir kuartal I menjadi 83.274 BTC di akhir kuartal II. Banyak pihak menilai penurunan itu disebabkan oleh penjualan untuk mengakumulasi emas. Tapi faktanya tak sesederhana itu.
Samson Mow, CEO Jan3 dan komentator kripto ternama, membantah narasi penjualan tersebut. Ia menjelaskan bahwa angka penurunan itu bukan karena likuidasi aset, melainkan karena alih kepemilikan internal dari Tether ke perusahaan investasinya, Twenty One Capital (XXI).
Menurut Mow, sebanyak 14.000 BTC telah ditransfer ke XXI pada 2 Juni, dan 5.800 BTC lagi pada Juli. Bila dua angka itu digabungkan, maka posisi bersih Tether justru naik lebih dari 10.000 BTC dibanding kuartal sebelumnya.
“Ini cuma contoh lain dari media yang haus berita buruk soal Bitcoin,” sindir Mow dalam unggahannya di platform X.
CEO Tether Paolo Ardoino pun langsung merespons pernyataan Mow. Ia mengonfirmasi bahwa perusahaan tidak menjual satu pun BTC. Ardoino menjelaskan bahwa penurunan itu hanyalah karena alokasi dana untuk anak usaha investasi mereka.
“Benar. Tether tidak menjual Bitcoin. Seperti yang dikatakan Samson, kami hanya memindahkan sebagian kepemilikan ke XXI,” kata Ardoino.
Ia menegaskan bahwa Tether tetap mengalirkan sebagian keuntungannya ke dalam aset yang dianggap aman, seperti Bitcoin, emas, dan tanah. Ardoino menyebut strategi ini sebagai bagian dari diversifikasi investasi jangka panjang perusahaan.
Meski sempat muncul tudingan bahwa Tether mengalihkan fokus dari Bitcoin ke emas, Ardoino justru menjelaskan bahwa pihaknya memang memiliki minat terhadap emas, namun tidak dengan menjual Bitcoin. Ia bahkan menyebut emas sebagai “Bitcoin alami.”
Salah satu bentuk nyata dari minat ini adalah pembelian saham minoritas di perusahaan royalti emas Elemental Altus senilai USD 105 juta atau sekitar Rp 1,7 triliun (dengan kurs Rp 16.450 per USD). Selain itu, Tether juga sedang mengeksplorasi investasi di proyek tambang emas langsung.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi Tether untuk menyeimbangkan aset yang disimpan, tetapi bukan berarti mengurangi posisi mereka di Bitcoin.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
