Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 September 2025 | 17.28 WIB

Yunfeng Beli Ethereum Rp 717 M, Perusahaan Terkait Jack Ma Fokus Web3 dan RWA

 

Pendiri Alibaba Jack Ma yang dikaitkan dengan Yunfeng Financial. (Istimewa)

JawaPos.com – Adopsi Ethereum (ETH) terus menunjukkan tren positif. Kali ini, giliran Yunfeng Financial Group, perusahaan publik asal Hong Kong yang dikaitkan dengan Jack Ma, mengumumkan pembelian 10.000 ETH senilai sekitar USD 44 juta atau setara Rp 717 miliar (kurs Rp 16.300).

Langkah investasi tersebut diumumkan pada Rabu (3/9), dengan dana yang digunakan berasal dari kas internal perusahaan. Dalam pernyataan resminya, Yunfeng menjelaskan bahwa pembelian Ethereum ini merupakan bagian dari strategi ekspansi mereka ke sektor Web3, Real World Assets (RWA), dan kecerdasan buatan (AI), sebagaimana sudah direncanakan sejak 14 Juli lalu.

Yunfeng Financial Group adalah perusahaan jasa keuangan yang terdaftar di bursa Hong Kong. Nama Jack Ma, pendiri Alibaba, disebut-sebut sebagai tokoh penting yang memiliki hubungan dengan grup ini, meski peran resminya tidak dijelaskan secara eksplisit dalam pengumuman.

Perusahaan menjelaskan bahwa Ethereum dipilih dibanding aset kripto lain karena potensinya dalam mendukung infrastruktur tokenisasi aset dunia nyata (RWA).

“Langkah ini akan mendukung inovasi teknologi Grup di bidang Web3, dan mewujudkan integrasi menyeluruh antara keuangan dan teknologi untuk para klien. Ini juga akan meningkatkan pengalaman layanan dan kemandirian finansial klien,” tulis Yunfeng.

Yunfeng juga mempertimbangkan penggunaan Ethereum untuk operasional bisnis asuransi mereka. Mereka tengah mengeksplorasi berbagai model penerapan ETH di dunia asuransi serta skenario inovatif berbasis Web3 yang berpotensi diterapkan ke depan.

Aset Ethereum tersebut akan dicatat sebagai bagian dari portofolio investasi perusahaan. Langkah ini sekaligus menjadi strategi diversifikasi aset dan mengurangi ketergantungan pada mata uang fiat tradisional.

Lebih lanjut, perusahaan berencana memanfaatkan ETH dalam skema keuangan terdesentralisasi (DeFi), termasuk sebagai agunan pinjaman atau sumber likuiditas dalam produk-produk berbasis blockchain.

Tak hanya Yunfeng, adopsi besar terhadap Ethereum juga datang dari perusahaan bernama Ether Machine. Perusahaan yang terbentuk dari penggabungan Ether Reserve dan Dynamix Corporation ini telah berhasil mengumpulkan ETH senilai USD 654 juta dalam putaran pendanaan tertutup. Ether Machine direncanakan akan melantai di bursa Nasdaq pada akhir tahun ini dengan membawa hampir 500.000 ETH senilai sekitar Rp 35 triliun.

Sementara itu, Ethereum terus memperkecil jarak kapitalisasi pasar dengan Bitcoin (BTC). Meski BTC masih memimpin dengan kapitalisasi di atas USD 1 triliun, ETF berbasis Ethereum mulai menunjukkan performa lebih unggul dari ETF BTC di sejumlah wilayah.

CEO VanEck, Jan van Eck, bahkan menyebut Ethereum sebagai “Wall Street Token” karena fleksibilitas dan relevansi teknologinya di dunia keuangan modern. Saat ini, ETH diperdagangkan di harga USD 4.299 atau setara Rp 70,1 juta, turun 1,4% dalam 24 jam terakhir.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore