Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Agustus 2025 | 17.51 WIB

Whale Serok 78.891 ETH, Ethereum Semakin Dekat Breakout Rp 81 Juta?

Ilustrasi whale Ethereum. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi whale Ethereum. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com – Meski pasar kripto diliputi volatilitas tinggi dan tekanan harga setelah mencetak rekor baru, Ethereum menunjukkan sinyal yang berbeda di balik layar. Data on-chain terbaru mengonfirmasi bahwa investor besar, termasuk institusi keuangan dan whale, justru tengah memborong Ethereum dalam jumlah masif.

Dikutip dari Bitcoinist, Jumat (29/8), sebanyak 78.891 ETH atau setara Rp 5,8 triliun berpindah ke empat dompet baru dalam 30 jam terakhir. Transaksi jumbo ini berasal dari FalconX, salah satu platform perdagangan institusional kripto terbesar. Ada dugaan kuat dompet tersebut terafiliasi dengan BitMine, perusahaan yang juga bermain di sektor institusi.

Langkah ini semakin menegaskan bahwa para pemain besar melihat momentum saat ini bukan sebagai ancaman, melainkan peluang jangka panjang.

Akumulasi Saat Harga Tekan Turun

Harga Ethereum saat ini berada di kisaran USD 4.600 atau Rp 74,9 juta, sedikit pulih dari posisi terendah sebelumnya di USD 4.400 (Rp 71,7 juta). Grafik empat jam menunjukkan ETH masih bertahan di atas dua support penting, yakni moving average 50 hari di USD 4.533 (Rp 73,7 juta) dan moving average 100 hari di USD 4.493 (Rp 73,1 juta).

Ini menunjukkan pembeli masih memegang kendali atas tren naik secara keseluruhan, meski sempat mengalami koreksi.

Namun, tekanan tetap ada. ETH masih menghadapi resistance kuat di level USD 4.800 (Rp 78,2 juta), batas yang sempat menghentikan reli sebelumnya. Jika bisa menembus batas psikologis itu, maka jalan terbuka untuk retest ke USD 5.000 (Rp 81,5 juta) yang selama ini jadi target banyak analis.

Sinyal Datangnya Altseason?

Di tengah fase konsolidasi ini, para analis melihat akumulasi Ethereum oleh institusi sebagai fondasi kuat untuk pergerakan naik berikutnya. Bahkan, banyak pihak percaya bahwa Ethereum bisa menjadi pemicu altseason—fase saat dana besar beralih dari Bitcoin ke altcoin lain.

“Partisipasi institusional ini bukanlah fenomena sesaat. Ini sinyal awal dari tren yang lebih besar,” ungkap laporan Bitcoinist. Dengan Ethereum terus menjadi tulang punggung sektor DeFi dan infrastruktur blockchain tingkat institusi, permintaan jangka panjangnya diyakini akan terus menguat.

Kenaikan lebih dari 250 persen sejak April menjadi bukti bahwa Ethereum sedang berada di tengah siklus besar. Jika ETH berhasil menembus USD 5.000, maka bukan hanya akan menciptakan euforia baru, tapi juga bisa menjadi titik balik bagi seluruh pasar kripto.

Risiko Tetap Ada

Meski outlook jangka panjang terlihat bullish, tetap ada risiko jangka pendek. Jika ETH gagal bertahan di atas USD 4.500 (Rp 73,3 juta), maka pasar bisa menguji ulang support berikutnya di USD 4.300 (Rp 70,1 juta). Bahkan, support utama jangka menengah berada di USD 4.146 (Rp 67,5 juta), yaitu moving average 200 hari.

Keseimbangan saat ini cukup jelas. Bull berupaya mempertahankan higher low, sementara bear masih mencoba menahan laju di resistance. Posisi ETH saat ini berada di titik kritis—apakah akan breakout ke zona price discovery, atau kembali terkoreksi untuk menguji ulang support yang lebih dalam.

Satu hal yang pasti, aktivitas whale dan institusi yang agresif membeli di tengah tekanan memperlihatkan bahwa Ethereum bukan hanya aset spekulatif, tapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang investor kelas berat.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore