
Ilustrasi Dogecoin dan Shiba Inu. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Dua koin meme paling populer, Shiba Inu dan Dogecoin, sedang menghadapi tekanan besar meski dengan alasan yang berbeda. Sementara Shiba Inu tengah menunjukkan gejala teknikal bearish dan minim aktivitas jaringan, Dogecoin justru mendapat ancaman dari kelompok yang sebelumnya berhasil menguasai jaringan Monero.
Dikutip dari BeInCrypto dan Bitcoinist, Rabu (20/8), harga Shiba Inu atau SHIB memang hanya turun tipis 0,6 persen dalam 24 jam terakhir. Namun jika dilihat dalam periode 30 hari, penurunan sudah mencapai lebih dari 17 persen. Aktivitas harian dompet aktif SHIB juga terus menurun, bahkan hampir menyentuh titik terendah bulanan yaitu di angka 3.148, hanya selisih sedikit dari titik dasar 3.130.
Penurunan ini cukup mengkhawatirkan karena secara historis, lonjakan jumlah alamat aktif sering menjadi pemicu kenaikan harga. Selain itu, indikator Bull-Bear Power (BBP) juga menunjukkan bahwa tekanan jual kian meningkat, pertanda bahwa pasar sedang dikendalikan oleh para penjual atau bear.
Namun, di tengah nada pesimis itu, ada satu indikator yang justru menunjukkan anomali: Chaikin Money Flow (CMF). Nilai CMF masih berada di atas nol, menandakan adanya arus masuk modal ke dalam SHIB.
Artinya, meskipun investor kecil tampak menjauh, para pemain besar justru mulai mengakumulasi token ini. Dalam tiga bulan terakhir, 100 dompet terbesar tercatat telah menambahkan hampir 21 triliun SHIB ke dalam kepemilikan mereka.
Teknikal lain juga memperkuat sinyal waspada. Harga SHIB telah menembus level support USD 0,00001259 atau setara Rp 0,21, dan kini berada di kisaran USD 0,00001247.
Jika tekanan jual terus berlanjut, harga bisa turun menuju USD 0,00001215 bahkan hingga USD 0,00001160. Satu-satunya cara untuk membalikkan tren ini adalah menembus kembali ke atas USD 0,00001320. Jika tidak, arah pasar tetap bearish.
Sementara itu, Dogecoin dihadapkan pada tantangan yang lebih ekstrem. Komunitas Qubic, kelompok yang sebelumnya mengklaim berhasil melakukan serangan 51 persen terhadap jaringan Monero, kini menjadikan Dogecoin sebagai target berikutnya.
Pendiri Qubic, Sergey Ivancheglo, mengonfirmasi bahwa komunitasnya telah memilih Dogecoin melalui pemungutan suara internal untuk menjadi proyek berikut yang akan "ditaklukkan". Sebelumnya, mereka mengklaim berhasil menguasai lebih dari 77 persen hashrate Monero, menjadikan serangan 51 persen dari hal yang teoretis menjadi ancaman nyata.
Namun, Dogecoin bukan target sembarangan. Tidak seperti Monero yang menggunakan algoritma RandomX yang ramah CPU dan anti ASIC, Dogecoin menggunakan algoritma Scrypt dan ditambang secara bersamaan (merge-mined) dengan Litecoin. Artinya, keamanan jaringan Dogecoin juga dijaga oleh kekuatan komputasi Litecoin.
Saat ini, total kekuatan jaringan gabungan Dogecoin dan Litecoin mencapai sekitar 6,25 PH/s, jauh melampaui kapasitas Monero yang hanya sekitar 4,29 GH/s. Untuk membobol jaringan sebesar itu, kelompok Qubic mengakui bahwa mereka butuh waktu berbulan-bulan hanya untuk persiapan.
Meskipun tantangan begitu besar, para pendukung Qubic tidak gentar. Mereka bahkan menyebut, jika bisa menguasai hanya 0,1 persen dari kekuatan jaringan Dogecoin-Litecoin, itu sudah cukup untuk melampaui seluruh kekuatan jaringan Monero lebih dari seribu kali lipat.
Ancaman terhadap Dogecoin ini menjadi peringatan keras bagi seluruh ekosistem kripto, khususnya jaringan dengan mekanisme Proof of Work (PoW). Jika serangan seperti ini benar-benar terjadi, dampaknya bisa jauh lebih luas dari sekadar satu koin, karena bisa mengguncang kepercayaan terhadap keamanan blockchain secara keseluruhan.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
