
Ilustrasi: Investasi aset digital cryptocurrency Bitcoin. (Istimewa)
JawaPos.com – Pergerakan harga Bitcoin (BTC) memang masih berkutat di level USD 100 ribu. Namun, banyak pelaku industri yang percaya bahwa hal tersebut menjadi tanda dari awal lonjakan tinggi tahun ini. Mereka merasa bahwa koin kripto termahal di dunia itu masih undervalued.
Menurut laporan Crypto Times, aset yang kini disebut digital Gold tersebut melalui momen penting tahun ini. Setelah halving keempat yang terjadi tahun lalu, hadiah menambang BTC hanya menjadi 3.125 BTC. Hal tersebut pun didukung oleh prediksi beberapa lembaga. Misalnya, VanEck, salah satu lembaga pengelola aset global terbesar, memprediksi bahwa BTC bakal mencapai USD 180 ribu pada akhir 2025.
Di sisi lain, Standard Chartered memperkirakan bahwa harga BTC bakal mencapai USD 200 ribu dalam tahun ini. Prediksi terbaru itu jauh dibanding dengan angka perkiraan sebelumnya dari lembaga tersebut yakni USD 120 ribu.
Di dalam negeri, CEO Triv Gabril Rey pun mengatakan bahwa pergerakan BTC masih sangat kuat. Pekan lalu saja, harga Bitcoin (BTC) bisa kembali menembus level USD 100 ribu setelah sempat terseret akibat perang dagang AS – Tiongkok.
Dia menjelaskan, hal tersebut memperlihatkan bagaimana pasar semakin percaya terhadap potensi jangka panjang aset digital ini. Dalam indeks fear and greed, angka sempat menyentuh 70 persen. Hal ini menjadi indikasi bahwa pasar sedang antusias untuk memburu aset kripto. Dalam periode satu bulan belakangan, harga Bitcoin telah meroket sebesar 39 persen.
"Grat (Selamat) bagi semua yang sudah mengikuti fundamental guide dan prediksi saya,'' ungkapnya kepada Jawa Pos pekan lalu.
Rey menegaskan, BTC memang sudah seharusnya mendapatkan dorongan yang kuat tahun ini. TRIV Market Research yang telah berkolaborasi dengan Analis Bloomberg sebelumnya sudah merilis prediksi harga Bitcoin untuk tahun ini. Berdasarkan riset tersebut, Bitcoin diperkirakan akan mencapai rentang harga antara USD 120 ribu hingga USD 135 ribu.
Memang, hal tersebut bisa tercapai jika skenario bullish tetap berlanjut. Redanya tensi AS - Tiongkok pun akhirnya membuat BTC kembali ke skenario bullish. Menurut laporan TRIV Market Research, terdapat tiga faktor utama yang dapat mendorong Bitcoin menuju level harga baru tersebut.
Pertama, pemangkasan suku bunga global oleh bank sentral berbagai negara yang berpotensi meningkatkan M2 money supply. Menurutnya, pelemahan indeks dollar (DXY) memberi ruang lebih bagi Bitcoin untuk menguat.

Resmi! Daftar Line Up Skuad Clash of Legends 2026 Barcelona Legends vs DRX World Legends di GBK
Harga LPG Non Subsidi Naik per 18 April 2026, Cek Daftar Harga Terbarunya!
Heboh Isu Perselingkuhan Istri Ahmad Sahroni dengan Seorang Duda Drummer Band Tahun 90-an, Netizen: Ketahuan Mulu Mesra-mesraan di Publik
Dugaan Penipuan Lowongan Kerja Libatkan Eks Camat Pakal, DPRD Surabaya Desak Pengawasan ASN Diperketat
Kecewa Berat! Francisco Rivera Ungkap Kondisi Ruang Ganti Persebaya Surabaya Usai Kalah dari Madura United
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
Kick-off Sempat Dimajukan! Ini Jadwal Resmi Persib Bandung vs Arema FC di GBLA
Tak Ada Timnas Indonesia U-17! Klasemen Runner-up Terbaik Piala AFF U-17 2026 Usai Thailand Dikalahkan Laos
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
