Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 April 2025 | 23.38 WIB

Dogecoin Siap Menuju ATH Baru, Momentum Besar Diprediksi Mei 2025

Ilustrasi Dogecoin yang sedang menghadapi tren penurunan harga. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi Dogecoin yang sedang menghadapi tren penurunan harga. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com – Dogecoin (DOGE) tampaknya bersiap menuju lonjakan besar. Dikutip dari Bitcoinist, Minggu (27/4), analis kripto Trader Tardigrade mengungkapkan bahwa DOGE telah berhasil menembus garis tren resistensi menengah, membuka peluang untuk reli hingga melampaui USD 1 atau sekitar Rp 16.400 (kurs Rp 16.400 per USD).

Dalam unggahan di platform X, Trader Tardigrade menjelaskan bahwa Dogecoin baru saja melampaui garis tren resistensi tanpa tanda-tanda false breakout. Pola ini mirip dengan pergerakan harga DOGE pada Februari 2024, ketika harga melonjak setelah fase akumulasi momentum.

Jika skenario serupa terulang, Tardigrade memperkirakan Dogecoin akan memulai reli besar pada Mei 2025. Berdasarkan analisisnya, DOGE diproyeksikan mencapai USD 0,26 (sekitar Rp 4.264) pada fase lanjutan, sebelum akhirnya melesat ke level harga tertinggi baru.

Saat ini, Dogecoin diperdagangkan di kisaran USD 0,18 atau sekitar Rp 2.952, naik hampir 3% dalam 24 jam terakhir menurut data CoinMarketCap.

Trader Tardigrade juga menyebutkan bahwa pola akumulasi Wyckoff pada Dogecoin masih berjalan sempurna. Menurutnya, DOGE telah melewati fase C dengan sukses, yaitu fase "Spring" yang diikuti dengan "Test", mengindikasikan kekuatan sebelum breakout besar.

Setelah fase konsolidasi di sekitar USD 0,18, Dogecoin diprediksi memasuki fase E. Pada fase ini, harga diperkirakan bergerak ke USD 0,26 dan kemudian memulai reli ke rekor tertinggi baru.

Di sisi lain, analis Kevin Capital dalam unggahan terpisah di X menilai bahwa kinerja Dogecoin sudah "sangat baik" dalam siklus ini, meski menghadapi tekanan makroekonomi seperti suku bunga tinggi, inflasi tinggi, dan pengetatan kuantitatif.

Menurutnya, ketika kebijakan moneter mulai melonggar pada pertengahan tahun—dengan proyeksi penurunan suku bunga oleh The Fed pada Juni atau Juli 2025—Dogecoin berpotensi reli lebih dahsyat.

Kevin Capital bahkan memperkirakan harga Dogecoin bisa meroket hingga mencapai USD 3 atau sekitar Rp 49.200 dalam siklus berikutnya, mengingat indikator inflasi seperti Trueflation sudah mulai menurun.

Tahun lalu, Dogecoin berhasil mencapai harga lokal tertinggi di USD 0,45 usai The Fed memotong suku bunga. Dengan latar makro yang kini perlahan berubah menjadi lebih akomodatif, banyak analis optimistis bahwa Dogecoin punya peluang besar untuk mencetak rekor baru dalam waktu dekat.

Saat ini, semua mata tertuju pada bagaimana Dogecoin mengukuhkan konsolidasi di sekitar USD 0,18. Jika berhasil membangun momentum dari sini, reli besar bisa saja dimulai lebih cepat dari perkiraan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore