
Ilustrasi Dogecoin yang sedang menghadapi tren penurunan harga. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Dogecoin (DOGE) tampaknya bersiap menuju lonjakan besar. Dikutip dari Bitcoinist, Minggu (27/4), analis kripto Trader Tardigrade mengungkapkan bahwa DOGE telah berhasil menembus garis tren resistensi menengah, membuka peluang untuk reli hingga melampaui USD 1 atau sekitar Rp 16.400 (kurs Rp 16.400 per USD).
Dalam unggahan di platform X, Trader Tardigrade menjelaskan bahwa Dogecoin baru saja melampaui garis tren resistensi tanpa tanda-tanda false breakout. Pola ini mirip dengan pergerakan harga DOGE pada Februari 2024, ketika harga melonjak setelah fase akumulasi momentum.
Jika skenario serupa terulang, Tardigrade memperkirakan Dogecoin akan memulai reli besar pada Mei 2025. Berdasarkan analisisnya, DOGE diproyeksikan mencapai USD 0,26 (sekitar Rp 4.264) pada fase lanjutan, sebelum akhirnya melesat ke level harga tertinggi baru.
Saat ini, Dogecoin diperdagangkan di kisaran USD 0,18 atau sekitar Rp 2.952, naik hampir 3% dalam 24 jam terakhir menurut data CoinMarketCap.
Trader Tardigrade juga menyebutkan bahwa pola akumulasi Wyckoff pada Dogecoin masih berjalan sempurna. Menurutnya, DOGE telah melewati fase C dengan sukses, yaitu fase "Spring" yang diikuti dengan "Test", mengindikasikan kekuatan sebelum breakout besar.
Setelah fase konsolidasi di sekitar USD 0,18, Dogecoin diprediksi memasuki fase E. Pada fase ini, harga diperkirakan bergerak ke USD 0,26 dan kemudian memulai reli ke rekor tertinggi baru.
Di sisi lain, analis Kevin Capital dalam unggahan terpisah di X menilai bahwa kinerja Dogecoin sudah "sangat baik" dalam siklus ini, meski menghadapi tekanan makroekonomi seperti suku bunga tinggi, inflasi tinggi, dan pengetatan kuantitatif.
Menurutnya, ketika kebijakan moneter mulai melonggar pada pertengahan tahun—dengan proyeksi penurunan suku bunga oleh The Fed pada Juni atau Juli 2025—Dogecoin berpotensi reli lebih dahsyat.
Kevin Capital bahkan memperkirakan harga Dogecoin bisa meroket hingga mencapai USD 3 atau sekitar Rp 49.200 dalam siklus berikutnya, mengingat indikator inflasi seperti Trueflation sudah mulai menurun.
Tahun lalu, Dogecoin berhasil mencapai harga lokal tertinggi di USD 0,45 usai The Fed memotong suku bunga. Dengan latar makro yang kini perlahan berubah menjadi lebih akomodatif, banyak analis optimistis bahwa Dogecoin punya peluang besar untuk mencetak rekor baru dalam waktu dekat.
Saat ini, semua mata tertuju pada bagaimana Dogecoin mengukuhkan konsolidasi di sekitar USD 0,18. Jika berhasil membangun momentum dari sini, reli besar bisa saja dimulai lebih cepat dari perkiraan.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
