Ilustrasi harga Bitcoin dan aset kripto lainnya yang anjlok karena kebijakan perang dagang Donald Trump. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Awal pekan ini dibuka dengan situasi yang bisa disebut sebagai “Senin berdarah” bagi pasar aset digital. Harga Bitcoin (BTC) melorot tajam hingga di bawah USD 77.000, setara Rp 1,26 miliar, memicu kekhawatiran akan terjadinya krisis kripto lanjutan.
Menurut laporan Forbes, Senin (7/4), total nilai pasar kripto sejak awal tahun telah menyusut sebesar USD 1,3 triliun atau sekitar Rp 21.300 triliun.
Penurunan ini menyusul kejatuhan pasar saham global akibat kebijakan tarif besar-besaran Presiden Donald Trump yang dijuluki sebagai “Hari Pembebasan” (Liberation Day), namun justru mengguncang ekonomi dunia.
Harga Bitcoin saat ini telah kehilangan lebih dari 10 persen dari puncaknya pekan lalu yang hampir mencapai USD 90.000 atau sekitar Rp 1,47 miliar.
Altcoin besar seperti Ethereum (ETH), XRP, Solana (SOL), dan Dogecoin (DOGE) bahkan mencatat penurunan lebih dalam hingga 15 persen dalam 24 jam terakhir.
“Bitcoin baru saja kehilangan level support krusial di USD 79.000 hingga USD 80.000. Ini level penting yang berhasil dipertahankan selama sebulan terakhir pasca ATH (all-time-high),” ujar Charlie Sherry, Kepala Analis BTC Markets, dikutip Forbes, Senin (7/4).
Ia menyebut support berikutnya berada di kisaran USD 72.000 atau sekitar Rp 1,18 miliar, yang merupakan harga tertinggi sebelum pemilu AS tahun lalu.
Geoffrey Kendrick dari Standard Chartered Bank menambahkan bahwa gerakan pasar kripto di hari Minggu biasanya menjadi sinyal bagi pergerakan saham di hari Senin. “Kalau benar begitu, maka Senin bisa jadi sangat buruk,” ujarnya.
Penurunan ini terjadi di tengah spekulasi pasar bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga untuk menghindari resesi. Jika langkah tersebut diambil, pasar bisa “dibanjiri” likuiditas dalam bentuk dolar, sesuatu yang berpotensi mengangkat kembali harga Bitcoin dan aset berisiko lainnya.
Namun hingga saat ini, para pelaku pasar masih menanti dua hal penting yang bisa mengubah arah pasar: perubahan sikap dari Presiden Trump terhadap tarif, atau intervensi darurat dari Federal Reserve.
Jika salah satu dari skenario ini terjadi, harga Bitcoin berpeluang kembali menembus USD 80.000 atau sekitar Rp 1,31 miliar.
Namun jika tidak, para analis memperingatkan bahwa pasar kripto bisa menghadapi penurunan yang lebih dalam, bahkan masuk ke fase “krisis struktural” yang membutuhkan waktu lama untuk pulih.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
