Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 April 2025 | 21.45 WIB

Bitcoin Hari Ini Tembus dei Bawah Rp 1,26 Miliar, Pasar Kripto Anjlok Rp 21.300 Triliun

Ilustrasi harga Bitcoin dan aset kripto lainnya yang anjlok karena kebijakan perang dagang Donald Trump. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com – Awal pekan ini dibuka dengan situasi yang bisa disebut sebagai “Senin berdarah” bagi pasar aset digital. Harga Bitcoin (BTC) melorot tajam hingga di bawah USD 77.000, setara Rp 1,26 miliar, memicu kekhawatiran akan terjadinya krisis kripto lanjutan.

Menurut laporan Forbes, Senin (7/4), total nilai pasar kripto sejak awal tahun telah menyusut sebesar USD 1,3 triliun atau sekitar Rp 21.300 triliun.

Penurunan ini menyusul kejatuhan pasar saham global akibat kebijakan tarif besar-besaran Presiden Donald Trump yang dijuluki sebagai “Hari Pembebasan” (Liberation Day), namun justru mengguncang ekonomi dunia.

Harga Bitcoin saat ini telah kehilangan lebih dari 10 persen dari puncaknya pekan lalu yang hampir mencapai USD 90.000 atau sekitar Rp 1,47 miliar.

Altcoin besar seperti Ethereum (ETH), XRP, Solana (SOL), dan Dogecoin (DOGE) bahkan mencatat penurunan lebih dalam hingga 15 persen dalam 24 jam terakhir.

Bitcoin baru saja kehilangan level support krusial di USD 79.000 hingga USD 80.000. Ini level penting yang berhasil dipertahankan selama sebulan terakhir pasca ATH (all-time-high),” ujar Charlie Sherry, Kepala Analis BTC Markets, dikutip Forbes, Senin (7/4).

Ia menyebut support berikutnya berada di kisaran USD 72.000 atau sekitar Rp 1,18 miliar, yang merupakan harga tertinggi sebelum pemilu AS tahun lalu.

Geoffrey Kendrick dari Standard Chartered Bank menambahkan bahwa gerakan pasar kripto di hari Minggu biasanya menjadi sinyal bagi pergerakan saham di hari Senin. “Kalau benar begitu, maka Senin bisa jadi sangat buruk,” ujarnya.

Penurunan ini terjadi di tengah spekulasi pasar bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga untuk menghindari resesi. Jika langkah tersebut diambil, pasar bisa “dibanjiri” likuiditas dalam bentuk dolar, sesuatu yang berpotensi mengangkat kembali harga Bitcoin dan aset berisiko lainnya.

Namun hingga saat ini, para pelaku pasar masih menanti dua hal penting yang bisa mengubah arah pasar: perubahan sikap dari Presiden Trump terhadap tarif, atau intervensi darurat dari Federal Reserve.

Jika salah satu dari skenario ini terjadi, harga Bitcoin berpeluang kembali menembus USD 80.000 atau sekitar Rp 1,31 miliar.

Namun jika tidak, para analis memperingatkan bahwa pasar kripto bisa menghadapi penurunan yang lebih dalam, bahkan masuk ke fase “krisis struktural” yang membutuhkan waktu lama untuk pulih.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore