Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 November 2025, 16.41 WIB

Bitcoin Sempat Jatuh di USD 89.000, Market Kripto Rontok Lagi

Ilustrasi anjloknya harga Bitcoin. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi anjloknya harga Bitcoin. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

 

JawaPos.com – Pasar kripto kembali berguncang hebat pada Kamis (20/11) setelah Bitcoin terpeleset di bawah USD 89.000 (Rp 1,48 miliar dengan kurs Rp 16.700) dan Ethereum merosot ke bawah USD 2.900 (Rp 48,4 juta). Tekanan jual yang meluas membuat pasar kehilangan nilai dalam hitungan jam, menempatkan total kapitalisasi kripto hanya sedikit di atas ambang USD 3 triliun (Rp 50.100 triliun).

Dikutip dari news.bitcoin, Kamis (20/11), pada pukul 14.00 waktu Eastern atau Kamis malam WIB, kapitalisasi pasar kripto berada di USD 3,03 triliun (Rp 50.601 triliun). Bitcoin dan Ethereum terus tertekan, namun altcoin-lah yang mengalami kejatuhan paling brutal, dengan banyak token mencatat penurunan dua digit dalam 24 jam terakhir.

Hari ini menjadi salah satu sesi paling mematikan bagi asset kelas alternatif. Horizen (ZEN) mencatat penurunan terdalam sebesar 21,36%. Token AB jatuh 18,20%, CHEEMS anjlok 17,33%, dan SOON merosot 16,14%.

Deretan lainnya tak kalah menyakitkan: XPR turun 15,91%, MINA rontok 15,11%, dan VELO melemah 14,86%.

Di kelompok aset besar, tekanan juga kuat. Ethereum turun 8,3%, XRP merosot 8,4%, dan BNB melemah 6,4%. Solana (SOL) menyusut 7%, DOGE turun 8,3%, sementara Cardano (ADA) kehilangan lebih dari 7,9% dalam sehari. TRX menjadi salah satu yang lebih bertahan, hanya turun 2,9%.

Dengan mayoritas pasar tenggelam merah, sesi perdagangan hari ini membuat trader veteran sekalipun menahan napas melihat rentetan candle merah yang mendominasi layar.

Dari ratusan aset, hanya tujuh koin yang berhasil lolos dari kehancuran. Bintang utamanya adalah Starknet (STRK) yang melonjak 18,03%, pergerakan yang sangat kontras dengan kondisi pasar.

Selain STRK, beberapa aset lain mencatat penguatan tipis seperti GNO, TFUEL, ZANO, dan ALCH, masing-masing naik antara 1,13% hingga 5,10%. Di tengah kekacauan pasar, kenaikan kecil ini menjadi “oasis hijau” yang dipantau ketat oleh trader yang berburu momentum jangka pendek.

Anjloknya Bitcoin dan Ethereum di bawah level psikologis penting menjadi pemicu utama aksi jual lanjutan. Penembusan level USD 89.000 dan USD 2.900 memicu serangkaian stop-loss otomatis dan likuidasi di pasar derivatif, memperbesar tekanan turun di seluruh market.

Trader kini bersiap menghadapi volatilitas lanjutan. Banyak yang memantau apakah pasar mampu bertahan di atas batas kapitalisasi USD 3 triliun atau justru akan tergelincir lebih dalam. Dengan sentimen global yang masih rapuh usai penurunan tajam, ekspektasi volatilitas dalam beberapa hari ke depan tetap tinggi.

Disclaimer: Artikel ini disajikan untuk tujuan informasi seputar perkembangan pasar kripto. Bukan merupakan ajakan atau rekomendasi investasi. Aset digital memiliki risiko tinggi, pastikan Anda memahami risikonya sebelum berinvestasi.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore