Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 September 2025 | 17.12 WIB

Harga ASTER Anjlok Meski Didukung CZ, Pendiri Binance

Founder Binance Changpeng Zhao yang akrab disapa CZ. (Binance)

JawaPos.com – Saat sebagian investor mulai optimistis dengan tren pemulihan kripto, salah satu token pendatang baru justru terpeleset.

Adalah ASTER, token dari platform bursa derivatif terdesentralisasi (decentralized perpetuals exchange) yang baru diluncurkan awal September, yang kini sedang jadi sorotan setelah harganya turun drastis.

Padahal, proyek ini sempat menyita perhatian karena didukung langsung oleh Changpeng Zhao (CZ), pendiri Binance. Namun, dukungan itu tampaknya belum cukup untuk menahan tekanan jual.

Berdasarkan data yang dikutip dari BeInCrypto, Senin (28/9), harga ASTER turun 10 persen dalam 24 jam terakhir, dan telah anjlok lebih dari 20 persen dari puncaknya di USD 2,43 (setara Rp 40.465) menjadi sekitar USD 1,87 (Rp 31.096). Berikut beberapa faktor anjloknya ESTER.

1. Sentimen Negatif dan Kritik Pengguna

Sejumlah analis mengaitkan penurunan harga ini dengan meningkatnya keraguan dari komunitas pengguna. Investor kripto ternama, Mike Ess, mengaku telah menjual 60 persen aset ASTER miliknya dan mengalihkannya ke Bitcoin dan token Plasma (XPL).

Dalam cuitannya, Ess menyebut bahwa ASTER terasa "lebih lambat, kurang matang, dan seperti hasil copy-paste." Dia menambahkan bahwa makin besar modal yang ia tanamkan, makin besar pula risiko yang dirasakan.

Sentimen serupa juga diungkapkan analis kripto lainnya, Clemente, yang memilih keluar total dari ASTER dan memindahkan portofolionya ke token HYPE milik Hyperliquid. "Hyperliquid unggul di semua metrik kecuali soal kriminalitas dan distribusi melalui bursa tersentralisasi (CEX)," kata Clemente.

2. Peran CZ Dinilai Setengah Hati

Salah satu kekuatan utama ASTER adalah label “didukung CZ.” Namun belakangan, justru ini menjadi pedang bermata dua. Meskipun CZ sempat menyebut bahwa ASTER adalah proyek pelengkap untuk ekosistem BNB Chain, pernyataan di sesi Spaces baru-baru ini justru dianggap sebagai bentuk jarak yang diambil CZ dari proyek tersebut.

Investor seperti Mike Ess menilai nada bicara CZ terdengar kurang meyakinkan, sehingga memicu ketidakpastian dan keputusan untuk “de-risk” alias mengurangi eksposur risiko.

“Kalau CZ berhenti bicara soal ASTER, maka HYPE jelas jadi pemenangnya,” ujarnya.

3. Fundamental Kuat Tapi Masih Banyak Tanda Tanya

Menariknya, secara data dasar (fundamental), ASTER sebenarnya menunjukkan kinerja yang cukup menjanjikan. Sejak diluncurkan, platform ini telah mencetak biaya transaksi lebih dari USD 82 juta (Rp 1,36 triliun) dan memiliki total value locked (TVL) mencapai USD 701 juta (Rp 11,67 triliun) di jaringan BNB Chain.

Namun, angka-angka tersebut belum cukup untuk meredam keraguan pasar. Persaingan yang semakin sengit dengan Hyperliquid, serta kekhawatiran tentang kualitas produk ASTER, membuat kepercayaan pengguna belum sepenuhnya terbangun.

Meski ada suara optimistis dari komunitas seperti Cooker yang percaya ASTER akan mencatat sejarah di pasar DEX derivatif, dan Crash yang menyebut ASTER bisa mengungguli Ethereum dan Solana dalam persentase pertumbuhan di siklus mendatang, kenyataan di pasar berkata lain: ASTER masih dalam fase pembuktian.

Masa Depan ASTER: Antara Hype dan Harapan

ASTER kini berada di persimpangan. Di satu sisi, ada modal kuat: sokongan dari mantan karyawan Binance, performa awal yang solid, dan angka TVL yang besar. Di sisi lain, ada keraguan pasar, produk yang dianggap belum matang, dan dukungan CZ yang mulai dipertanyakan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore