Ilustrasi Jepang yang bersiap meluncurkan DCJPY di blockchain. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Jepang bersiap memasuki babak baru dalam transformasi keuangan digital. Japan Post Bank, salah satu lembaga keuangan terbesar di Negeri Sakura, mengumumkan rencana peluncuran mata uang digital berbasis blockchain bernama DCJPY pada akhir tahun fiskal 2026.
Bank yang bermarkas di Tokyo ini diketahui mengelola dana nasabah senilai sekitar 190 triliun yen, atau setara hampir USD 1,3 triliun (sekitar Rp 21.200 triliun dengan kurs Rp16.300/USD). Proyek ini menandai langkah besar bank legendaris yang berdiri sejak 1875 tersebut untuk beradaptasi dengan era keuangan terdesentralisasi.
DCJPY akan dikembangkan bersama DeCurret DCP, perusahaan teknologi keuangan Jepang yang berfokus pada pengembangan aset digital. DCJPY akan memiliki nilai yang dipatok langsung 1:1 terhadap yen fiat, namun tidak seperti stablecoin publik, token ini akan beroperasi di dalam ekosistem tertutup milik Japan Post Bank.
Meski berbasis blockchain, DCJPY tidak akan tersedia untuk diperdagangkan di bursa kripto. Aset ini lebih mirip token deposit internal, berbeda dengan stablecoin seperti USDT atau USDC yang digunakan secara global di pasar terbuka.
Japan Post Bank bukan institusi pertama di Jepang yang bereksperimen dengan mata uang digital. Sebelumnya, GMO Aozora Net Bank juga meluncurkan produk serupa. Namun, skala dan reputasi Japan Post Bank menjadikan peluncuran DCJPY sebagai momen penting dalam adopsi teknologi blockchain di sektor keuangan Jepang.
Sementara itu, regulasi terkait stablecoin di Asia juga makin aktif. Hong Kong telah merilis RUU stablecoin pada awal Agustus, dan Korea Selatan berencana menyusul dengan regulasi khusus pada Oktober mendatang. Jepang sendiri sudah lebih dahulu meresmikan kerangka hukum stablecoin sejak 2022.
Meski belum ada stablecoin berbasis yen yang disetujui secara resmi, laporan terbaru menunjukkan bahwa potensi persetujuan bisa terjadi pada Oktober tahun ini. Perkembangan ini membuka jalan untuk sinergi antara aset digital dan sistem keuangan konvensional di Jepang.
Adopsi aset digital berbasis fiat memang tengah mengalami tren kenaikan. Menurut data dari MacroMicro, pasar stablecoin sempat turun di periode 2022–2023, namun menunjukkan pemulihan signifikan sepanjang 2024 hingga 2025.
Hingga kini, total kapitalisasi pasar stablecoin global telah mencapai USD 282,6 miliar, mencetak rekor baru dan menandai pergeseran besar dalam lanskap keuangan digital.
Di sisi lain, harga Bitcoin masih stabil di kisaran USD 109.500, tidak berubah signifikan dibandingkan sepekan sebelumnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
