Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 September 2025 | 17.42 WIB

Japan Post Bank Kembangkan DCJPY, Stablecoin Digital Yen, Target Rilis 2026

 

Ilustrasi Jepang yang bersiap meluncurkan DCJPY di blockchain. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.comJepang bersiap memasuki babak baru dalam transformasi keuangan digital. Japan Post Bank, salah satu lembaga keuangan terbesar di Negeri Sakura, mengumumkan rencana peluncuran mata uang digital berbasis blockchain bernama DCJPY pada akhir tahun fiskal 2026.

Bank yang bermarkas di Tokyo ini diketahui mengelola dana nasabah senilai sekitar 190 triliun yen, atau setara hampir USD 1,3 triliun (sekitar Rp 21.200 triliun dengan kurs Rp16.300/USD). Proyek ini menandai langkah besar bank legendaris yang berdiri sejak 1875 tersebut untuk beradaptasi dengan era keuangan terdesentralisasi.

DCJPY akan dikembangkan bersama DeCurret DCP, perusahaan teknologi keuangan Jepang yang berfokus pada pengembangan aset digital. DCJPY akan memiliki nilai yang dipatok langsung 1:1 terhadap yen fiat, namun tidak seperti stablecoin publik, token ini akan beroperasi di dalam ekosistem tertutup milik Japan Post Bank.

Meski berbasis blockchain, DCJPY tidak akan tersedia untuk diperdagangkan di bursa kripto. Aset ini lebih mirip token deposit internal, berbeda dengan stablecoin seperti USDT atau USDC yang digunakan secara global di pasar terbuka.

Japan Post Bank bukan institusi pertama di Jepang yang bereksperimen dengan mata uang digital. Sebelumnya, GMO Aozora Net Bank juga meluncurkan produk serupa. Namun, skala dan reputasi Japan Post Bank menjadikan peluncuran DCJPY sebagai momen penting dalam adopsi teknologi blockchain di sektor keuangan Jepang.

Sementara itu, regulasi terkait stablecoin di Asia juga makin aktif. Hong Kong telah merilis RUU stablecoin pada awal Agustus, dan Korea Selatan berencana menyusul dengan regulasi khusus pada Oktober mendatang. Jepang sendiri sudah lebih dahulu meresmikan kerangka hukum stablecoin sejak 2022.

Meski belum ada stablecoin berbasis yen yang disetujui secara resmi, laporan terbaru menunjukkan bahwa potensi persetujuan bisa terjadi pada Oktober tahun ini. Perkembangan ini membuka jalan untuk sinergi antara aset digital dan sistem keuangan konvensional di Jepang.

Adopsi aset digital berbasis fiat memang tengah mengalami tren kenaikan. Menurut data dari MacroMicro, pasar stablecoin sempat turun di periode 2022–2023, namun menunjukkan pemulihan signifikan sepanjang 2024 hingga 2025.

Hingga kini, total kapitalisasi pasar stablecoin global telah mencapai USD 282,6 miliar, mencetak rekor baru dan menandai pergeseran besar dalam lanskap keuangan digital.

Di sisi lain, harga Bitcoin masih stabil di kisaran USD 109.500, tidak berubah signifikan dibandingkan sepekan sebelumnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore