
Ilustrasi whale Ethereum. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Meski pasar kripto diliputi volatilitas tinggi dan tekanan harga setelah mencetak rekor baru, Ethereum menunjukkan sinyal yang berbeda di balik layar. Data on-chain terbaru mengonfirmasi bahwa investor besar, termasuk institusi keuangan dan whale, justru tengah memborong Ethereum dalam jumlah masif.
Dikutip dari Bitcoinist, Jumat (29/8), sebanyak 78.891 ETH atau setara Rp 5,8 triliun berpindah ke empat dompet baru dalam 30 jam terakhir. Transaksi jumbo ini berasal dari FalconX, salah satu platform perdagangan institusional kripto terbesar. Ada dugaan kuat dompet tersebut terafiliasi dengan BitMine, perusahaan yang juga bermain di sektor institusi.
Langkah ini semakin menegaskan bahwa para pemain besar melihat momentum saat ini bukan sebagai ancaman, melainkan peluang jangka panjang.
Harga Ethereum saat ini berada di kisaran USD 4.600 atau Rp 74,9 juta, sedikit pulih dari posisi terendah sebelumnya di USD 4.400 (Rp 71,7 juta). Grafik empat jam menunjukkan ETH masih bertahan di atas dua support penting, yakni moving average 50 hari di USD 4.533 (Rp 73,7 juta) dan moving average 100 hari di USD 4.493 (Rp 73,1 juta).
Ini menunjukkan pembeli masih memegang kendali atas tren naik secara keseluruhan, meski sempat mengalami koreksi.
Namun, tekanan tetap ada. ETH masih menghadapi resistance kuat di level USD 4.800 (Rp 78,2 juta), batas yang sempat menghentikan reli sebelumnya. Jika bisa menembus batas psikologis itu, maka jalan terbuka untuk retest ke USD 5.000 (Rp 81,5 juta) yang selama ini jadi target banyak analis.
Di tengah fase konsolidasi ini, para analis melihat akumulasi Ethereum oleh institusi sebagai fondasi kuat untuk pergerakan naik berikutnya. Bahkan, banyak pihak percaya bahwa Ethereum bisa menjadi pemicu altseason—fase saat dana besar beralih dari Bitcoin ke altcoin lain.
“Partisipasi institusional ini bukanlah fenomena sesaat. Ini sinyal awal dari tren yang lebih besar,” ungkap laporan Bitcoinist. Dengan Ethereum terus menjadi tulang punggung sektor DeFi dan infrastruktur blockchain tingkat institusi, permintaan jangka panjangnya diyakini akan terus menguat.
Kenaikan lebih dari 250 persen sejak April menjadi bukti bahwa Ethereum sedang berada di tengah siklus besar. Jika ETH berhasil menembus USD 5.000, maka bukan hanya akan menciptakan euforia baru, tapi juga bisa menjadi titik balik bagi seluruh pasar kripto.
Meski outlook jangka panjang terlihat bullish, tetap ada risiko jangka pendek. Jika ETH gagal bertahan di atas USD 4.500 (Rp 73,3 juta), maka pasar bisa menguji ulang support berikutnya di USD 4.300 (Rp 70,1 juta). Bahkan, support utama jangka menengah berada di USD 4.146 (Rp 67,5 juta), yaitu moving average 200 hari.
Keseimbangan saat ini cukup jelas. Bull berupaya mempertahankan higher low, sementara bear masih mencoba menahan laju di resistance. Posisi ETH saat ini berada di titik kritis—apakah akan breakout ke zona price discovery, atau kembali terkoreksi untuk menguji ulang support yang lebih dalam.
Satu hal yang pasti, aktivitas whale dan institusi yang agresif membeli di tengah tekanan memperlihatkan bahwa Ethereum bukan hanya aset spekulatif, tapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang investor kelas berat.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
