
Ilustrasi bitcoin (BTC) yang trennya positif dan berpotensi bullish. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Harga Bitcoin (BTC) saat ini berada di kisaran USD 93.500 atau Rp 1,53 miliar, namun prediksi jangka panjang dari para ahli kripto menunjukkan lonjakan luar biasa dalam satu dekade ke depan.
Dalam survei terbaru yang dilakukan oleh Finder, platform perbandingan keuangan asal Australia, panel ahli memperkirakan Bitcoin bisa mencapai USD 833.000 (setara Rp 13,6 miliar) pada tahun 2035.
Survei ini dilakukan pada April 2025 dan melibatkan 25 pakar industri kripto dari berbagai latar belakang. Meski prediksi jangka pendek mengalami sedikit penurunan dari laporan sebelumnya, proyeksi jangka panjang tetap menunjukkan keyakinan yang kuat terhadap pertumbuhan Bitcoin.
“Rata-rata panelis kami memperkirakan harga Bitcoin di akhir 2025 akan berada di USD 135.048 (sekitar Rp 2,2 miliar),” tulis laporan tersebut.
Laporan ini juga menggarisbawahi volatilitas yang mungkin terjadi sepanjang 2025. Harga tertinggi yang diprediksi bisa dicapai Bitcoin adalah USD 250.000 (Rp 4,1 miliar), sementara titik terendah bisa menyentuh USD 50.000 (Rp 820 juta).
Optimisme ini didorong oleh meningkatnya adopsi institusional, dorongan pasca-halving, serta pemulihan sentimen pasar akibat pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang memberi sinyal pemangkasan tarif dan menjamin independensi Gubernur The Fed, Jerome Powell.
Dari total panelis, 68% mengatakan sekarang adalah waktu yang tepat untuk membeli Bitcoin, sementara 25% menyarankan untuk menahan aset yang sudah dimiliki. Hanya 7% yang menyarankan untuk menjual.
Lebih dari separuh panelis juga menyebut bahwa harga Bitcoin saat ini masih di bawah nilai wajarnya, memperkuat keyakinan bahwa potensi kenaikan jangka panjang masih sangat besar.
Prediksi Harga Bitcoin Menurut Finder:
Akhir 2025: USD 135.048 (Rp 2,2 miliar)
Akhir 2030: USD 452.714 (Rp 7,4 miliar)
Akhir 2035: USD 833.000 (Rp 13,6 miliar)
Namun, laporan ini juga menyertakan skenario pesimis, yakni Bitcoin hanya mencapai USD 500 miliar kapitalisasi pasar global jika terjadi krisis kepercayaan, fraud, atau kasus de-pegging stablecoin besar.
“Bitcoin telah menanjak 10% sejak laporan ini diterbitkan, dari USD 84.900 ke USD 93.500,” ujar tim riset Finder.
Laju ini mencerminkan optimisme pasar terhadap makroekonomi yang lebih stabil dan arah kebijakan yang mendukung aset digital.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
