Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 April 2025, 02.57 WIB

Regulasi Kripto Memicu Pertumbuhan Altcoin

Ilustrasi Tether yang melakukan pembelian bitcoin dalam jumlah besar. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com – Tren Industri kripto global masih hijau menjelang kuartal II 2025. Bukan hanya koin besar seperti Bitcoin (BTC), koin lapis dua alias altcoin diramalkan bakal menggeliat pada kuartal tersebut. Hal tersebut berkat regulasi kripto di berbagai negara yang mulai matang.

Hal tersebut menjadi salah satu poin dari outlook investasi Sygnum kuartal II 2025. Bank dari Swiss itu menyebut bahwa ruang industri kripto sudah berkembang secara drastis.

Hal tersebut karena banyak pemerintah yang sudah meregulasi penggunaan kripto. Hal tersebut menjadi fondasi untuk perkembangan altcoin di kuartal ini.

''Belum ada pengembangan positif yang diberi label harga,'' tulis tim penulis.

Pada April, dominasi Bitcoin memang mencapai rekor selama empat tahun belakang. Hal tersebut menjadi sinyal bahwa investor kripto sedang merotasi dana mereka ke aset yang lebih aman.

Namun, mereka mengatakan bahwa regulasi AS seperti pembentukan cadangan aset digital. Kemudian, ada juga regulasi stable coin yang lebih lanjut. Stable koin adalah kripto yang dikaitkan langsung dengan aset nyata seperti USDT.

Sygnum juga mengatakan bahwa kompetisi industri bakal ikut terdorong terhadap oleh pasar yang ingin fokus pada nilai ekonomi. "Kompetisi yang ketat akan menciptakan produk yang lebih baik. Kami percaya bahwa hal tersebut akan membuat pertumbuhan aset mereka bisa melampaui BTC dan menekan dominasi koin tersebut," ujarnya.

Bank yang berpusat di Zurich itu juga menjelaskan, meski banyak yang turun memecoin masih menjadi salah satu narasi terbesar di kalangan investor. Laporan CoinGecko mengatakan bahwa memecoin menyita 27,1 persen dari minat investor retail global. Hanya dikalahkan oleh koin AI yang menyerap 35,7 persen dari minat investor.

Namun, pendekatan dari investor lembaga berbeda dibanding retail. Bitwise, manajer aset digital, dilaporkan terus melakukan stacking untuk BTC. Setidaknya ada 12 perusahaan terbuka membeli BTC pertama mereka pada kuartal I tahun ini. Hal tersebut mendorong aset yang dimiliki perusahaan terbuka mencapai USD 57 miliar.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore