
Presiden Amerika Serikat Donald Trumo. (news.bitcoin.com)
JawaPos.com – Pasar kripto masih dalam mode "wait and see" menjelang pengumuman kebijakan tarif baru oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (2/4), atau yang ia sebut sebagai “Liberation Day.”
Dikutip dari The Block, Selasa (1/4), harga Bitcoin naik tipis 1,8 persen dalam 24 jam terakhir dan bertahan di level USD 83.172 atau setara Rp 1,36 miliar, sementara Ethereum ikut naik 1,74 persen menjadi USD 1.837 atau Rp 30,1 juta.
Altcoin utama lainnya juga mengalami penguatan tipis: XRP naik 0,41% ke USD 2,11 (Rp 34.600), Solana menguat 0,2% ke USD 126,4 (Rp 2,07 juta), sementara BNB, Dogecoin, dan Cardano juga menunjukkan tren positif.
Analis dari Presto Research, Min Jung, mengatakan bahwa pelaku pasar saat ini cenderung menahan diri karena belum ada kejelasan detail dari kebijakan tarif Trump.
“Pasar dalam mode tunggu karena belum jelas bagaimana isi pengumumannya,” ujar Jung. “Beberapa investor justru melihat ini sebagai peluang buy the dip, tapi banyak juga yang memilih menunggu sampai situasinya lebih jelas.”
Media seperti CNN dan The Guardian menyebut bahwa tarif yang akan diumumkan bersifat “besar-besaran” dan bisa memicu perang dagang global, tergantung pada bagaimana negara mitra dagang AS merespons.
Kenaikan harga Bitcoin yang terjadi sejak kemenangan Trump pada November 2024 ternyata tidak mampu bertahan. Alih-alih memperpanjang tren bullish, pasar justru mengalami koreksi signifikan sepanjang kuartal pertama 2025.
Data dari Coinglass menunjukkan bahwa harga Bitcoin turun 11,82 persen sepanjang kuartal pertama tahun ini—menjadikannya kuartal pertama terburuk sejak tahun 2018. Bitcoin yang sempat menyentuh USD 108.000 (Rp 1,77 miliar) pada Januari kini berulang kali menyentuh level di bawah USD 80.000 (Rp 1,31 miliar).
Penurunan ini terjadi berbarengan dengan pengumuman tarif tinggi untuk produk dari Kanada, Meksiko, dan Tiongkok. Di sisi lain, rilis data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan membuat investor khawatir The Fed tidak akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat.
Menurut analis pasar dari Brickken, Enmanuel Cardozo, banyak investor awalnya berharap bahwa sikap pro-kripto Trump akan langsung mendorong harga naik. Namun kenyataannya, implementasi kebijakan membutuhkan waktu.
“Ekspektasi terlalu tinggi. Pasar sudah mem-price-in kemenangan Trump sejak akhir 2024,” ujarnya.
Meski begitu, Cardozo optimistis pada potensi pemulihan di kuartal kedua 2025, dengan asumsi bahwa The Fed akan mulai menurunkan suku bunga dan tim Trump mulai merealisasikan kebijakan pro-kripto yang konkret.
“Jika arus institusi mulai masuk lebih kuat, momentum bisa terbentuk. Bitcoin berpeluang menguji kembali level USD 100.000 (Rp 1,64 miliar) jika mampu menembus resistensi di USD 88.668 (Rp 1,45 miliar),” ujar Cardozo. “Namun jika faktor makro kembali mengecewakan, koreksi tetap mungkin terjadi.”

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
