Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Maret 2025 | 16.14 WIB

4 Penyebab Harga Bitcoin Hari Ini Rebound Tembus Rp 1,417 Miliar

 

Ilustrasi bitcoin. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)

JawaPos.com – Bitcoin (BTC) mencapai puncak intraday USD 87.470 atau sekitar Rp 1,417 miliar pada Rabu (19/3) pukul 08.00 malam waktu AS.

Kenaikan ini terjadi di tengah optimisme pasar yang didorong oleh kebijakan The Fed, dukungan politik dari Presiden Donald Trump, dan peningkatan adopsi institusional.

Meski sempat menyentuh level tertinggi hariannya, BTC kembali turun ke USD 86.396 atau sekitar Rp 1,399 miliar pada pukul 08.50 malam ET.

Saat ini, Bitcoin masih 20,1% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa, USD 109.000 atau sekitar Rp 1,765 miliar yang dicapai pada 20 Januari 2025—hari di mana Trump resmi dilantik sebagai Presiden AS. Berikut 4 faktor pendorong kenaikan bitcoin hari ini, Kamis (20/3):

  1. Rapat Kebijakan The Fed: Kenaikan harga Bitcoin bertepatan dengan pertemuan kebijakan Federal Reserve pada 19 Maret 2025. Meskipun tidak ada perubahan suku bunga yang diumumkan, Bitcoin tetap menunjukkan sensitivitas terhadap kebijakan makroekonomi, yang menyebabkan volatilitas harga sepanjang hari.
  2. 2. Dukungan Politik dari Donald Trump: Presiden AS, Donald Trump, dijadwalkan untuk berbicara di Digital Asset Summit di New York City pada Kamis (20/3). Sentimen positif terhadap Bitcoin meningkat karena pemerintahan Trump dikenal lebih pro terhadap industri kripto dibandingkan administrasi sebelumnya.
  3. 3. Aliran Dana Besar ke Bitcoin ETF: Investor institusional semakin meningkatkan eksposur mereka terhadap BTC. ETF Bitcoin spot di AS mencatat arus masuk bersih sebesar USD 209 juta atau sekitar Rp 3,38 triliun pada 18 Maret 2025. Beberapa spekulan memperkirakan bahwa pada tahun 2026, ETF Bitcoin dapat memiliki lebih dari 1,5 juta BTC di dalam portofolionya.
  4. 4. Dukungan Legislatif di AS: Negara bagian North Carolina mengajukan RUU yang memungkinkan dana negara mengalokasikan hingga 10% ke dalam Bitcoin, menunjukkan penerimaan yang semakin luas dari institusi publik terhadap aset digital ini.
  5. Kenaikan harga Bitcoin juga dibarengi dengan lonjakan aktivitas perdagangan global sebesar 42% dalam 24 jam terakhir, mencapai USD 102 miliar atau sekitar Rp 1.652 triliun. Dari jumlah tersebut, BTC mendominasi dengan volume perdagangan USD 35 miliar atau sekitar Rp 567 triliun.

Di Korea Selatan, Bitcoin diperdagangkan dengan harga premium di USD 88.072 atau sekitar Rp 1,426 miliar per koin, lebih tinggi dibandingkan harga globalnya.

Binance tetap menjadi bursa dengan volume transaksi BTC terbesar, diikuti oleh Coinbase dan Bybit yang bersaing dalam menyediakan likuiditas bagi para trader.

Meskipun harga BTC kembali turun di bawah USD 87.000 (Rp 1,410 miliar) setelah puncak intraday-nya, beberapa analis melihat potensi reli lebih lanjut jika level USD 85.000 – USD 86.500 (Rp 1,377 miliar – Rp 1,404 miliar) dapat dipertahankan sebagai support.

Di sisi lain, jika BTC gagal bertahan di atas level tersebut, kemungkinan akan ada koreksi menuju USD 82.500 – USD 81.000 (Rp 1,336 miliar – Rp 1,317 miliar) sebelum mencoba kembali naik.

Dengan dukungan makroekonomi yang lebih positif, adopsi institusional yang meningkat, serta sentimen politik yang mendukung industri kripto, Bitcoin memiliki peluang kuat untuk menembus kembali level USD 90.000 (Rp 1,458 miliar) dalam beberapa pekan ke depan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore