Ilustrasi: Hacker mengeksploitasi celah keamanan. (CCOE)
JawaPos.com – Seorang trader kripto mengalami kerugian besar dalam hitungan detik setelah menjadi korban serangan sandwich saat melakukan swap stablecoin di Uniswap.
Dalam transaksi tersebut, trader yang awalnya mentransfer USD 220.764 atau sekitar Rp 3,57 miliar hanya mendapatkan USD 5.271 atau sekitar Rp 85,4 juta dalam bentuk Tether (USDT).
Dilansir dari Cointelegraph, serangan ini dilakukan oleh Maximum Extractable Value (MEV) bot, yang mengeksploitasi mekanisme likuiditas di Uniswap v3.
Bot tersebut memanipulasi harga sebelum dan sesudah transaksi korban sehingga berhasil menyedot hampir USD 215.500 atau sekitar Rp 3,4 miliar dari nilai transaksi korban.
Menurut Michael Nadeau, pendiri The DeFi Report, MEV bot ini berhasil mengambil seluruh likuiditas USDC dari pool Uniswap v3, lalu mengembalikannya setelah transaksi korban diproses.
Sebagai bagian dari serangan, bot tersebut juga memberi tip sebesar USD 200.000 (sekitar Rp 3,24 miliar) kepada pembangun blok Ethereum bernama "bob-the-builder.eth" untuk memastikan transaksinya diprioritaskan dalam blockchain.
Serangan ini bukan satu-satunya yang terjadi. The Block melaporkan bahwa seorang trader lain mengalami nasib lebih buruk, kehilangan hampir seluruh dana dalam transaksi serupa.
Trader tersebut menukar USD 732.000 (sekitar Rp 11,8 miliar) dan hanya menerima USD 19.000 (sekitar Rp 308 juta) setelah terkena sandwich attack.
Seorang peneliti DeFi dengan nama samaran 0xngmi dari DeFiLlama menyebut bahwa serangkaian transaksi ini mungkin bukan hanya kasus trader ceroboh, tetapi bisa jadi upaya pencucian uang.
"Jika Anda memiliki dana ilegal, Anda bisa membuat transaksi yang sangat menguntungkan bagi MEV bot, lalu mengirimnya secara privat untuk diproses dalam satu bundle, dengan begitu Anda bisa mencuci uang dengan kerugian minimal," kata 0xngmi di media sosial X.
Spekulasi ini semakin kuat setelah analis blockchain TheDEFIac menemukan pola transaksi mencurigakan. Sebelum transaksi yang menjadi korban sandwich attack, dana yang digunakan berasal dari dompet Binance dan Bybit, lalu dikirim ke Uniswap dalam pola yang sama.
"Semua dompet yang terkena serangan sandwich memiliki jalur transaksi yang sama, cukup panjang dan tidak biasa," kata TheDEFIac. "Hal ini bisa menunjukkan dua kemungkinan: seseorang benar-benar membakar banyak uang, atau ini adalah bentuk pencucian uang yang sangat aneh."
Serangan sandwich adalah eksploitasi dalam perdagangan kripto di DEX (decentralized exchange), di mana penyerang menyisipkan dua transaksi di antara transaksi korban untuk memanipulasi harga dan mendapatkan keuntungan.
Cara kerja serangan sandwich:

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
