Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Maret 2025 | 22.45 WIB

Trader Kripto Rugi Rp 3,4 Miliar dalam Serangan Sandwich! Ini Modusnya

Ilustrasi: Hacker mengeksploitasi celah keamanan. (CCOE)

JawaPos.com – Seorang trader kripto mengalami kerugian besar dalam hitungan detik setelah menjadi korban serangan sandwich saat melakukan swap stablecoin di Uniswap.

Dalam transaksi tersebut, trader yang awalnya mentransfer USD 220.764 atau sekitar Rp 3,57 miliar hanya mendapatkan USD 5.271 atau sekitar Rp 85,4 juta dalam bentuk Tether (USDT).

Dilansir dari Cointelegraph, serangan ini dilakukan oleh Maximum Extractable Value (MEV) bot, yang mengeksploitasi mekanisme likuiditas di Uniswap v3.

Bot tersebut memanipulasi harga sebelum dan sesudah transaksi korban sehingga berhasil menyedot hampir USD 215.500 atau sekitar Rp 3,4 miliar dari nilai transaksi korban.

Menurut Michael Nadeau, pendiri The DeFi Report, MEV bot ini berhasil mengambil seluruh likuiditas USDC dari pool Uniswap v3, lalu mengembalikannya setelah transaksi korban diproses.

Sebagai bagian dari serangan, bot tersebut juga memberi tip sebesar USD 200.000 (sekitar Rp 3,24 miliar) kepada pembangun blok Ethereum bernama "bob-the-builder.eth" untuk memastikan transaksinya diprioritaskan dalam blockchain.

Serangan ini bukan satu-satunya yang terjadi. The Block melaporkan bahwa seorang trader lain mengalami nasib lebih buruk, kehilangan hampir seluruh dana dalam transaksi serupa.

Trader tersebut menukar USD 732.000 (sekitar Rp 11,8 miliar) dan hanya menerima USD 19.000 (sekitar Rp 308 juta) setelah terkena sandwich attack.

Seorang peneliti DeFi dengan nama samaran 0xngmi dari DeFiLlama menyebut bahwa serangkaian transaksi ini mungkin bukan hanya kasus trader ceroboh, tetapi bisa jadi upaya pencucian uang.

"Jika Anda memiliki dana ilegal, Anda bisa membuat transaksi yang sangat menguntungkan bagi MEV bot, lalu mengirimnya secara privat untuk diproses dalam satu bundle, dengan begitu Anda bisa mencuci uang dengan kerugian minimal," kata 0xngmi di media sosial X.

Spekulasi ini semakin kuat setelah analis blockchain TheDEFIac menemukan pola transaksi mencurigakan. Sebelum transaksi yang menjadi korban sandwich attack, dana yang digunakan berasal dari dompet Binance dan Bybit, lalu dikirim ke Uniswap dalam pola yang sama.

"Semua dompet yang terkena serangan sandwich memiliki jalur transaksi yang sama, cukup panjang dan tidak biasa," kata TheDEFIac. "Hal ini bisa menunjukkan dua kemungkinan: seseorang benar-benar membakar banyak uang, atau ini adalah bentuk pencucian uang yang sangat aneh."

Apa Itu Serangan Sandwich?

Serangan sandwich adalah eksploitasi dalam perdagangan kripto di DEX (decentralized exchange), di mana penyerang menyisipkan dua transaksi di antara transaksi korban untuk memanipulasi harga dan mendapatkan keuntungan.

Cara kerja serangan sandwich:

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore