Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Desember 2023 | 19.15 WIB

Kopdar Komunitas Backpacker International Regional Jawa Timur Ikuti Kelas Bisnis ke Kuba

BERBAGI PENGALAMAN: Sejumlah anggota Komunitas BIRJ setelah mengikuti kopda di Surabaya (10/12). - Image

BERBAGI PENGALAMAN: Sejumlah anggota Komunitas BIRJ setelah mengikuti kopda di Surabaya (10/12).

Yang ingin melawat tapi bingung soal waktu atau uang disarankan untuk menentukan destinasi impian dan disiplin menyisihkan sekian persen pendapatan. Pergi berkelompok juga salah satu siasat jika bepergian ke negara mahal.

SEPTINDA AYU PRAMITASARI, Surabaya

---

VICTORIO Chatra pernah dapat tiket pesawat ke Meksiko Rp 5 juta saja, pergi pulang. Pernah pula hanya separonya ketika ke Hongkong.

’’Ke beberapa negara bahkan pernah dapat tiket gratis,” kata expert travel budget itu dalam kopi darat (kopdar) yang diadakan Komunitas Backpacker International Regional Jawa Timur (BIRJ) di sebuah kafe di Surabaya dua pekan lalu (10/12).

Cara yang dia tempuh dengan mengumpulkan miles atau poin reward yang didapat frequent flyer atau penumpang setia maskapai penerbangan atau pemakai kartu kredit jenis travel. Miles tersebut dapat ditukarkan dengan tiket atau hotel. ’’Beberapa kali juga bisa dapat business class, misalnya saat saya ke Kuba,” katanya di hadapan para peserta serta anggota BIRJ.

Komunitas BIRJ berdiri sejak 2017. Saat ini anggota komunitas pencinta jalan-jalan itu sudah mencapai 10 ribu orang di Facebook dan 600 orang anggota aktif di grup WhatsApp. BIRJ bagian dari komunitas Backpacker International Nasional yang kini beranggota 230 ribuan orang.

’’Lebih banyak sharing pengalaman. Teman-teman bisa tanya ke anggota yang sudah punya pengalaman agar perjalanan mereka lebih mulus,” kata Ketua Komunitas BIRJ Muhammad Iqbal Assegaf.

Iqbal menambahkan, para anggota tidak hanya bisa memanfaatkan grup untuk berbagi seputar trip. Tapi, beberapa kali juga sering kopdar untuk memperluas wawasan. Dalam kopdar dua pekan lalu hadir pula narasumber dari Kantor Imigrasi Surabaya untuk update tentang aturan keimigrasian.

BIRJ terbentuk dengan latar belakang anggota yang sama-sama doyan traveling. Tidak hanya ke berbagai destinasi di tanah air, tapi juga sanggraloka di penjuru dunia. ’’Di grup, kami sering bertukar informasi kalau ada promo tiket pesawat atau hotel murah juga,” ujarnya.

Beberapa anggota yang sudah berhasil menjelajah negara impian juga rutin berbagi pengalaman. Mulai dari tiket pesawat, transportasi di negara tersebut, tempat menginap, hingga sanggraloka yang bisa dikunjungi.

’’Kami juga jadi lebih mudah mencari teman ngetrip ke luar negeri secara mandiri. Bisa sharing cost untuk menekan bujet selama liburan,” katanya.

Berbicara traveling ke luar negeri tentu tidak lepas dari seni berburu tiket murah, komponen paling besar untuk ngetrip. Victorio mengatakan, selama ini banyak orang beranggapan liburan ke luar negeri itu sangat mahal. Padahal, faktanya ada beberapa negara yang justru biaya ngetrip-nya sangat murah.

’’Kalau mau gampang ngetrip ke luar negeri dan dapat tiket murah bisa dengan penerbangan low cost. Biasanya harus pesan untuk penerbangan satu tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Untuk akomodasi, kata Victorio, backpacker biasanya akrab dengan hostel. Koneksi dengan komunitas yang ada di beberapa negara yang bisa menampung wisatawan asing juga dapat dimanfaatkan.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore