Foto udara saat petugas tenaga kebencanaan beristirahat di tengah penanganan karhutla di kawasan Danau Cermin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu (27/7). (BPBD Kalsel/Antara)
JawaPos.com - Hutan hujan Kalimantan adalah salah satu ekosistem paling penting di dunia dan disebut sebagai paru-paru Asia. Dengan luas jutaan hektare, hutan ini menjadi rumah bagi ribuan spesies tumbuhan dan satwa langka, termasuk orang utan, bekantan, dan anggrek hitam. Semua itu hanya bisa ditemukan di wilayah itu.
Keberadaan hutan Kalimantan tidak hanya vital bagi Indonesia, tetapi juga bagi stabilitas iklim global. Sayangnya, hutan Kalimantan terus menghadapi ancaman serius akibat deforestasi.
Greenpeace Asia Tenggara dalam laporannya 2022 menyebut bahwa sekitar 350.000 hektare hutan hilang setiap tahun akibat perluasan perkebunan sawit, pertambangan, dan pembalakan liar. Data itu menunjukkan betapa gentingnya kondisi hutan Kalimantan yang bila dibiarkan bisa mempercepat krisis iklim dunia.
Selain menjadi habitat satwa liar, hutan Kalimantan juga merupakan ruang hidup bagi masyarakat adat. Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Rukka Sombolinggi menegaskan, kehilangan hutan berarti kehilangan identitas dan budaya. Menurut dia, masyarakat adat Kalimantan tidak hanya memanfaatkan hutan untuk kebutuhan pangan, tetapi juga menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan spiritual yang diwariskan turun-temurun.
Hutan Kalimantan memiliki peran besar dalam menyerap karbon dan menahan laju perubahan iklim. Program Lingkungan PBB (UNEP) menekankan bahwa hutan tropis di Kalimantan menyimpan miliaran ton karbon. Jika hutan ini terus menyusut, emisi karbon akan meningkat tajam dan memperburuk pemanasan global. Hal ini menjadikan pelestarian hutan Kalimantan sebagai agenda penting dunia.
Pemerintah Indonesia telah menerapkan berbagai kebijakan untuk menjaga kelestarian hutan. Moratorium izin pembukaan lahan baru menjadi salah satu strategi utama. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, menegaskan bahwa upaya konservasi harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat agar pembangunan tidak merusak lingkungan.
Namun, pelaksanaan kebijakan di lapangan masih penuh tantangan. WWF Indonesia menyoroti lemahnya pengawasan terhadap aktivitas ilegal seperti penebangan liar dan kebakaran hutan. Tanpa penegakan hukum yang kuat, kebijakan moratorium bisa kehilangan efektivitasnya. Oleh karena itu, peran masyarakat sipil menjadi penting untuk ikut mengawasi praktik di lapangan.
Salah satu cara menjaga hutan adalah dengan mengembangkan ekowisata. Contohnya di Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, wisatawan dapat melihat orangutan di habitat aslinya.
Pendidikan lingkungan juga memainkan peran vital. Organisasi lokal seperti Borneo Nature Foundation aktif mengajak generasi muda untuk mengenal dan mencintai hutan sejak dini melalui sekolah hutan. Upaya ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab menjaga alam pada anak-anak Kalimantan.
Kerja sama internasional turut berkontribusi dalam melindungi hutan. Uni Eropa melalui program FLEGT (Forest Law Enforcement, Governance and Trade) mendukung Indonesia dalam memastikan kayu yang diekspor berasal dari sumber legal. Kerja sama semacam ini membuktikan bahwa perlindungan hutan Kalimantan adalah tanggung jawab global, bukan hanya Indonesia.
Dengan keterlibatan pemerintah, masyarakat adat, LSM, dan mitra internasional, hutan hujan Kalimantan masih bisa diselamatkan. Melindunginya berarti menjaga kehidupan manusia, satwa, dan masa depan Indonesia sekaligus memperlambat dampak perubahan iklim dunia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
