
LUWES BERPOSE: Pengalaman diskriminatif dari lingkungan kerja sebelumnya tidak membuat Monica Virginia Agustin lelah berjuang. Dia mencapai salah satu impiannya dengan menjadi model Layak Indonesia.
BERMENTAL baja dan selalu optimistis. Karakter itu kuat memancar dari diri Monica Virginia Agustin. Monica –sapaan perempuan 25 tahun tersebut– sejak kecil bercita-cita menjadi model. Saat sesi pemotretan bersama fotografer Jawa Pos siang itu (5/12), Monica luwes berpose.
Saat wawancara pun, tampak betapa semangat Monica amat besar. Awalnya, wawancara dilakukan melalui chat WhatsApp. Namun, Monica berinisiatif untuk bicara secara langsung. ”Tanya aja lewat chat, saya jawab secara lisan,” balas Monica.
Dia menceritakan, dengan berbagai tantangan yang dihadapi, penyandang tuli ini akhirnya berhasil mencapai salah satu impiannya dengan menjadi model Layak Indonesia. Namun, sebelum itu dia berkali-kali ditolak menjadi model karena tunarungu. Lingkungan tempat kerja sebelumnya juga tidak inklusif. ”Saya rasakan apa itu yang namanya diskriminasi,” katanya.
PENUH KECERIAAN: Para model difabel bersama tim Layak Indonesia setelah fashion show di Sama Dengan Coffee Antasari, Jakarta Selatan (28/10/2023).
Yang dibutuhkan Monica adalah penyemangat dan sosok yang mampu melihat potensinya alih-alih berfokus pada kekurangan. Sosok itulah yang didapatkan Monica dari founder Layak Indonesia Karina Aprillia. Monica punya ruang untuk mengembangkan potensinya sebagai model dan mendapatkan dukungan penuh, termasuk pelatihan.
Sebelumnya, Monica pernah bekerja di sebuah salon. ”Pernah suatu kali, pengunjung datang pakai masker. Saya tidak bisa membaca gerak bibirnya,” jelasnya.
Lalu, Monica coba meminta bantuan kepada pemilik salon. Tak disangka, bosnya itu tidak mau membantu. ”Belum lagi, teman seprofesi yang ngomongin aku,” ujarnya kesal.
Bukannya dukungan yang didapatkan, atasannya justru memintanya keluar dari pekerjaan. Semua pengalaman buruk itu menempa Monica menjadi lebih kuat. ”Kita harus tangguh dan terus meningkatkan skill. Begitu pesan saya kepada teman-teman difabel lainnya,” tuturnya. (idr/c14/nor)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
