
Perhatikan lingkar pinggang untuk mengukur apakah Anda muali kegemukan atau tidak. (Hindustan Times)
JawaPos.com - Kegemukan atau obesitas sudah menjadi ancaman di era modern saat ini. Gaya hidup tak sehat dan kurang gerak memicu seseorang mudah menjadi gemuk. Tanpa disadari, masyarakat tak mengetahui dirinya sudah kegemukan.
Hal itu juga terungkap dalam penelitian di Inggris baru-baru ini. Penelitian mengumumkan kurang dari 10 persen orang gemuk di Inggris yang mengetahui bahwa diri mereka sudah kegemukan. Peserta dalam penelitian ini diminta untuk melaporkan sendiri tinggi dan berat badan mereka dalam Indeks Massa Tubuh.
"Saya telah berurusan dengan banyak orang yang menyangkal keadaan kesehatan mereka," kata Ahli Gizi Klinis Mitchell Zandes, MS, RD, CSCS, seperti dilansir dari Healthline, Rabu (17/4).
Maka ada beberapa cara untuk mengetahui bahwa tubuh kita sudah kegemukan. Jangan menyangkal, tanda kegemukan bisa jadi alarm untuk mulai ubah gaya hidup.
1. Ukur Pinggang
Cara terbaik untuk mengetahui apakah memiliki berat badan yang sehat adalah dari ukuran pinggang. Lingkar pinggang lebih dari 35 inci pada perempuan dan lebih dari 40 inci pada laki-laki. Hal itu juga bisa menjadi indikator angka kesehatan seseorang.
Lingkar pinggang di atas angka-angka ini menunjukkan lemak perut yang berlebihan. Jenis lemak berbahaya di sekitar organ vital, yang meningkatkan risiko diabetes, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan sindrom metabolik.
Ilustrasi. Kegemukan bisa diantisipasi dengan mengetahui tanda-tandanya. (Verywell Fit)
Jika lingkar pinggang lebih dari ukuran normal, berarti Anda sedang menuju kegemukan. (Hindustan Times)
2. Mendengkur
Jika pasangan, sahabat, atau bahkan orang terdekat terdengar mendengkur yang berlebihan dan bangun dengan gelisah, itu bisa jadi alarm untuk memeriksa berat badan. Jika sering mendengkur dan jarang tidur nyenyak, bisa jadi terkena gangguan tidur atau sleep apnea.
Sleep apnea adalah suatu kondisi yang menyebabkan pernapasan berulang kali berhenti dan mulai lagi ketika tidur. Ini dapat menyebabkan hilangnya oksigen dan kelelahan ekstrem selama jam bangun. Kebanyakan orang dengan kondisi ini cenderung mendengkur karena obstruksi jalan napas terganggu.
3. Sering Mulas
Perubahan dalam berat badan dapat menyebabkan lebih banyak refluks asam. Lebih dari sepertiga orang yang kelebihan berat badan dan obesitas mengalami penyakit gastroesophageal reflux (GERD). Beberapa penelitian menunjukkan ada hubungan antara obesitas dan GERD. Gejala lain dari kondisi ini termasuk bersendawa, mual, rasa pahit di mulut, dan sakit perut.
4. Nyeri Sendi
Obesitas adalah faktor risiko osteoartritis, jenis artritis yang paling umum. Osteoartritis adalah kelainan yang melumpuhkan dan menyebabkan kerusakan sendi, nyeri, penurunan mobilitas sendi, dan penurunan kualitas hidup. Membawa beban ekstra memberikan lebih banyak tekanan pada semua sendi. Dan saat berat badan bertambah maka tekanan meningkat. Jika lutut atau pinggul pegal, atau sakit punggung kronis, bisa jadi Anda mengalami tanda-tanda kenaikan berat badan.
5. Kelelahan Kronis
Kelebihan berat badan memberi tekanan tambahan pada organ-organ, termasuk paru-paru. Jika tugas-tugas sederhana seperti mengikat sepatu atau membersihkan ruangan menyebabkan kelelahan, sesak napas, atau kesulitan bernapas, bisa jadi ini adalah masalah berat badan. Demikian juga, individu yang kelebihan berat badan dan obesitas memiliki risiko lebih besar terkena asma.
Perhatikan lingkar pinggang untuk mengukur apakah Anda muali kegemukan atau tidak. (Hindustan Times)

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
