Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Maret 2021 | 00.17 WIB

Rasakan Efek Samping Vaksin, Pengobatan Pasien Kanker Bisa Tertunda

Petugas medis menyiapkan vaksin untuk disuntikan ke Karyawan dan pemilik toko di Tangcity Mall  saat digelarnya Vaksinisasi gelombang II Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 digelar Dinas Kesehatan Kota Tangerang di Ballroom Novotel Tangerang, pada Senin,(1/3/2 - Image

Petugas medis menyiapkan vaksin untuk disuntikan ke Karyawan dan pemilik toko di Tangcity Mall saat digelarnya Vaksinisasi gelombang II Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 digelar Dinas Kesehatan Kota Tangerang di Ballroom Novotel Tangerang, pada Senin,(1/3/2

JawaPos.com - Sejumlah pakar onkologi atau ahli kanker menegaskan bahwa pasien kanker boleh menerima vaksin Covid-19. Namun, tentunya tiap pasien kanker khususnya bagi mereka yang baru saja menjalani pengobatan atau masih menjalani pengobatan, tetap harus berkonsultasi dengan dokter yang merawatnya sebelum divaksinasi.

Ahli Onkologi dr. Richard Quek Senior Consultant Medical Oncology Parkway Cancer Centre Singapura menjelaskan kaitan vaksinasi dengan pengobatan yang dijalani pasien kanker. Ia menegaskan hingga kini memang belum banyak diketahui kaitan antara vaksinasi dan pengobatan kanker.

"Sayangnya tidak banyak yang diketahui tentang vaksinasi dan pengobatan kanker pada saat ini karena pasien kanker dan mereka yang menggunakan terapi imunosupresif aktif misalnya kemoterapi, secara khusus tidak diikutsertakan pada uji klinis Covid-19," katanya dalam keterangan video oleh CanHope Indonesia kepada JawaPos.com, Senin (29/3).

Baca Juga: Agar Makin Kebal Covid-19, Sinovac dan Pfizer Pikirkan Dosis Ketiga

Menurutnya, tidak diketahui apakah vaksinasi akan mempengaruhi pengobatan kanker, khususnya kemoterapi. Namun bisa saja jika merasakan efek samping atau komplikasi, pengobatan kanker akan ditunda.

"Komplikasi (vaksinasi) jika ada, yang timbul dari vaksinasi berpotensi mengakibatkan penundaan pengobatan kanker yang sedang berlangsung," tegasnya.

Menurut dr. Richard, masuk akal untuk mengasumsikan bahwa respons antibodi apa pun dapat berkurang setelah vaksinasi pada pasien dengan sistem kekebalan yang tertekan misalnya pasien kanker dan mereka yang menerima kemoterapi. Sementara data klinis belum tersedia untuk menjawab pertanyaan ini sepenuhnya.

"Untuk pasien yang sedang menjalani terapi hormonal misalnya pada kanker payudara dan kanker prostat, dengan penyakit dalam remisi (kanker berhenti) dan sistem kekebalan yang utuh, secara teoritis, vaksinasi tidak boleh mempengaruhi bentuk pengobatan ini," paparnya.

"Maka diskusikan dengan ahli onkologi yang merawat Anda jika Anda harus mengambil vaksin saat ditawarkan," tegasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=KKlgjESsMSs

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore