
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com - Kasus positif Covid-19 kembali mengalami kenaikan di luar negeri. Contohnya di Eropa, Amerika, Asia, dan Papua Nugini. sejumlah negara Eropa. Pemerintah meminta masyarakat di daerah untuk tetap waspada.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sejumlah negara sedang kembali mengalami lonjakan kasus Covid-19. Lonjakan itu terjadi di Eropa, Amerika Selatan, dan di beberapa negara Asia. Di Asia contohnya di Filipina. Lonjakan juga terjadi di Papua Nugini.
Menurut hipotesa Budi Gunadi Sadikin, lonjakan itu dipicu oleh varian baru yang berkejaran dengan pelaksanaan vaksinasi.
"Yang paling ilmiah, yang paling dekat ke logika adalah karena varian barunya sudah cukup tinggi persentasenya. Sedangkan varian baru ini cepat penularannya. Beberapa lambat vaksinasinya sehingga terjadi lonjakan itu," kata mantan wamen BUMN itu dalam webinar, Minggu (28/3).
"Saya minta tolong kepada teman-teman di daerah kita masih tetap waspada," tutur Menkes Budi.
Mantan Dirut Bank Mandiri itu9 memuji langkah sejumlah kepala daerah dalam menjalankan kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dengan ketat. Langkah itu seperti yang dilakukan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
"Vaksinasi pun Ahamdulillah lancar. Nah tolong kita jangan disia-siakan, jangan sampai terjadi lonjakan lagi karena capek nanti kita," jelasnya.
Baca juga: Imbas Pandemi, Menkes Akui Ekonomi RI Susah dalam Dua Tahun Terakhir
Lebih jauh Budi menuturkan, dari seluruh negara Eropa terdapat dua tipe yang tidak mengalami kenaikan kasus lagi. Pertama, vaksinasi sudah tinggi sekitar 30 persen sampai 40 persen dari populasi. Contoh kasus itu di Inggris. Mobilitasnya masih bergerak tapi karena tinggi cakupan vaksinasinya, maka lonjakan kasus tidak setinggi Jerman Perancis dan lain sebagainya.
"Yang kedua memang ketat mobilitasnya. Contohnya kali ini Spanyol enggak terlalu parah, seperti sebelumnya, karena masih ketat mobilitasnya. Nah dua kombinasi itu terus terang dari vaksinasi kita akan secepat-cepatnya kalau ada stoknya," tuturnya.
Menurut dia, masyarakat juga harus lebih sabar lagi dalam melakukan mobilitas dan bepergian mengingat lonjakan kasus bisa terjadi lagi. Tantangan ke depan, vaksinasi masih terbatas dengan ketersediaan stok. "Mobilitasnya itu disabar-sabarin dulu karena ada lonjakan-lonjakan," jelasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=9aEDiDuY9SQ

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
