Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Juli 2022 | 00.08 WIB

Teknologi Digital Permudah Layanan Kesehatan Tanpa Mengantre Lama

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Teknologi digital di bidang kesehatan semakin luas dimanfaatkan selama pandemi Covid-19 karena keterbatasan mobilitas. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin ingin agar transformasi digital di bidang kesehatan memudahkan masyarakat.

Tidak ada lagi antrean lama yang membuat masyarakat tidak nyaman. Budi menekankan pelayanan kesehatan harus mudah diakses masyarakat.

"Saya ingin segala hal yang membuat masyarakat tidak nyaman itu seperti antrean, parkir, dan nanti berikutnya kebersihan segera dibenahi," ujar Budi dalam keterangan Kemenkes baru-baru ini.

Hal ini sejalan dengan enam pilar transformasi kesehatan yang ditargetkan hingga 2024. Pertama,  Transformasi Layanan Primer. Kedua, Transformasi Layanan Rujukan. Ketiga, Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan.

Keempar, Transformasi Sistem Pembiayaan Kesehatan. Kelima, Transformasi SDM Kesehatan. Terakhir, Transformasi Teknologi Kesehatan.

Pembenahan pelayanan antrean di rumah sakit merupakan bentuk transformasi kesehatan di pilar kedua yakni transformasi layanan rujukan. Bentuk transformasi ini tidak hanya fokus pada pemenuhan fasilitas dan alat kesehatan untuk mengatasi berbagai penyakit.

Transformasi juga untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan tanpa antre dalam waktu yang lama. Hal senada juga dilakukan oleh sejumlah fasilitas kesehatan.

Dalam pelayanan kesehatan, sejunlah klinik mengedepankan prinsip one stop solution dengan berbagai layanan termasuk Medical Check Up. Diantaranya, konsultasi dokter umum dan spesialis, tindakan medis (rawat luka, KB), vaksin, sunat, laboratorium dan pemeriksaan penunjang (rekam jantung, audiometri, spirometri, USG) dan lainnya.

"Dengan teknologi digital seperti mobile-apps yang menyediakan lebih banyak opsi layanan kesehatan yang menjangkau seluruh Indonesia," ujar Praktisi Kesehatan dari Klinik Tirta Medical Centre (TMC) dr.Monika Aprilyanti selaku Business Development Manager di Bellagio Mall Mega Kuningan.

Sehingga, kata dia, teknologi digital juga memberikan pelayanan kepada pasien termasuk kemudahan dalam mengakses hasil dari pemeriksaan. Dalam hal ini, termasuk menjamin bahwa data dan kerahasiaan pasien tetap terjaga dengan kecanggihan sistem teknologi yang teruji.

"Sistem teknologi dalam layanan kesehatan juga menjaga keamanan. Sehingga data pasien disimpan terpusat yang dijaga dengan sesuai standar keamanan yang ada," ungkap dr. Monika.

Dengan kata lain, kata dia, teknologi digital memiliki sistem IT dengan keamanan digital. Ini tentu memudahkan pasien mulai dari pendaftaran, pemilihan layanan, pembayaran hingga perilisan hasilnya. Selain itu, pasien juga dapat mengakses hasil melalui aplikasi WhatsApp, email, maupun web-apps.

Artinya, kata dr. Monika, pasien tidak perlu repot untuk menyimpan riwayat medis, yang berpotensi hilang ataupun rusak. Sebab, semuanya sudah tersimpan di dalam satu layanan sistem IT, yang bisa dicek kapanpun dan cukup dengan mengoperasikan ponsel genggam.

"Setelah itu pasien dapat memilih layanan sesuai lokasi dan waktu yang diinginkan dan juga pasien dapat melakukan pembayaran di dalam web-apps tersebut. Lalu pasien tinggal datang ke lokasi klinik sesuai jadwal. Setelah selesai, maka hasil dapat langsung dilihat melalui web-apps tersebut," tutup praktisi kesehatan TMC dr. David Edward.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore