
Photo
JawaPos.com - Belum selesai ancaman varian Delta yang mengganas, kini muncul lagi varian Delta Plus (Delta+). Varian ini sudah ditemukan di beberapa negara. Salah satu kasusnya bahkan sudah ditemukan di Indonesia.
Lalu haruskah masyarakat khawatir dengan varian Delta+? Bagaimana dengan kemanjuran vaksin?
Juru Bicara Covid-19 dan Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi membenarkan bahwa varian Delta+ sudah masuk ke Indonesia. Sedikitnya sudah ditemukan tiga kasus di tanah air.
"Iya betul, sudah terdeteksi ada 3 kasus," katanya kepada JawaPos.com, Rabu (28/7).
Ketiga kasus itu terdiri dari 2 kasus di Jambi dan 1 di Sulawesi Barat. Menurut Nadia, gejalanya sama dengan varian Delta sebelumnya. Dan untuk menemukan varian ini, pemerintah erus melakukannya dengan tes Whole Genome Sequencing.
"Itu untuk memonitor surveilens. Pencegahan tetap protokol kesehatan," katanya.
Sebelumnya Ahli Spesialis Penyakit Dalam yang juga Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban menjelaskan dalam kicauannya baru-baru ini, varian Delta dari India bisa berubah atau bermutasi lagi menjadi varian Delta plus. Apakah varian Delta plus berbahaya atau lebih berbahaya dari varian India saat ini?
"Varian Delta yang sangat menular dari SARS-CoV-2 telah bermutasi lebih lanjut untuk membentuk varian Delta plus atau AY.1. Diketahui, Delta Plus ini tahan terhadap terapi antibodi monoklonal yang baru saja disahkan di India. Semoga kita terhindar dan bisa memitigasinya," katanya lewat kicauannya.
Dikonfirmasi oleh JawaPos.com, Prof Zubairi menjelaskan para ahli belum mengetahui apakah Delta plus akan lebih berbahaya atau lebih menular daripada varian Delta sebelumnya. Meski begitu ia tetap mengingatkan masyarakat untuk terus waspada.
"Sebetulnya varian Delta plus ini belum menjadi Varian Of Concern, jadi belum terlihat dampak buruknya yang lebih jelek dari varian Delta yang sebelumnya," kata Prof Zubairi.
Ia mengingatkan siapa saja agar untuk jangan lengah melakukan protokol kesehatan ketat, 5M. Sebab penularan varian India tersebut begitu cepat hingga 80 persen dibandingkan varian aslinya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Hasil Piala Presiden: Persebaya Surabaya vs Arema FC 1-0, Yuran Fernandes Gacor!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
