
Tanaman yang dianggap menyebabkan kanker leukimia.
JawaPos.com - Leukemia atau penyakit kanker darah umumnya banyak diderita anak-anak, tetapi tak menutup kemungkinan juga orang dewasa. Penderita penyakit kanker di era modern ini terus meningkat. Namun penyebab kanker secara pasti hingga kini belum diketahui.
Kini viral di media sosial, tanaman Dolar disebut-sebut bisa menyebabkan atau memicu penyakit leukemia. Ada sebuah artikel yang menyatakan keluarganya terpapar leukemia setelah meneliti tanaman tersebut. Maka masyarakat diminta untuk membuang tanaman itu. Benarkah demikian?
Pakar Kesehatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI), Agung Waluyo menjelaskan banyak faktor yang menjadi pemicu penyakit kanker salah satunya hidup tidak sehat, polusi, hingga faktor genetik. Sel kanker berkembang sangat cepat berbeda dengan sel normal. Lalu pada kasus tanaman tersebut bisa saja ada zat kimia yang bisa berbahaya bagi tubuh.
"Kalau menurut saya, mungkin saja tanaman tersebut ada zat beracunnya. Namun zat beracun tersebut belum diketahui secara pasti apakah memang pasti menjadi penyebab Leukemia," tegas Agung kepada JawaPos.com, Senin (28/5).
Agung menambahkan pada saat kanker itu muncul tak diketahui pasti penyebabnya. Berbagai kemungkinan itu semua tidak mutlak atau pasti.
"Bisanya itu bisa jadi, mungkin. Bukan bisa seperti 1+1=2. Seperti polusi udara, radiasi sinar UV, dan lainnya," tegasnya.
Diperkirakan ada 3 hal yang menjadi pemicu sel kanker. Di antaranya,
1. Faktor Genetik atau Bawaan
Tetap dimungkinkan dari faktor keturunan. Jika nenek terkena kanker maka salah satu anak atau cucu ada yang terkena kanker juga. Tetapi bukan berarti jika nenek kanker, maka anak dan cucu pasti kanker.
2. Stimulus Eksternal
Seseorang yang berada di tengah polusi dengan naik kendaraan umum yang sama, pada jam dan tempat yang sama, oleh orang-orang yang sama, dimana orang itu salah satunya ada yang merokok aktif secara rutin akan berisiko terhadap orang lainnya. Atau seseorang yang tinggal di area pabrik dikelilingi asap akan mengotori daerah sekitarnya. Pada kondisi pekerja punya risiko lebih tinggi terkena kanker paru, ketimbang warga yang tinggal di wilayah dengan udara yang masih lebih bersih.
3. Faktor Internal
Yaitu kebiasaan dari individu tersebut dimana hidup tak sehat, rendah serat tinggi lemak. Contoh pada kanker saluran pencernaan. Pencernaan bekerja tiga empat kali lebih keras pada saat mencerna makanan lebih banyak.
“Dari faktor itulah kemudian stimulus munculnya kanker. Barangkali di setiap tubuh kita ada sel yang bisa memicu kanker. Namun karena ada stimulus bisa berubah menjadi kanker,” tegas Agung.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
