Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 November 2026 | 03.18 WIB

Cara Mengurangi Stres Lewat Memasak, Nikmati Setiap Proses untuk Pikiran Lebih Tenang

Mengurangi Stres dengan Memasak (magnific)

JawaPos.com - Di tengah kehidupan modern yang dipenuhi kesibukan dan paparan layar digital, menemukan waktu untuk menenangkan pikiran menjadi tantangan tersendiri.

Menariknya, solusi tersebut ternyata bisa dimulai dari dapur rumah. Menurut Psychology Today, aktivitas memasak yang selama ini dianggap sebagai pekerjaan rutin justru dapat menjadi bentuk meditasi sederhana untuk melatih fokus, menikmati momen, sekaligus menjaga kesehatan mental. 

Salah satu alasan memasak dapat memberikan efek positif adalah kemampuannya mengembalikan perhatian seseorang pada aktivitas yang sedang dilakukan.

Sebuah penelitian tahun 2010 yang diterbitkan dalam jurnal Science menemukan bahwa pikiran manusia mengembara hampir 50 persen dari waktu yang dihabiskan untuk beraktivitas.

Penelitian tersebut juga menunjukkan hubungan antara pikiran yang sering mengembara dan tingkat kebahagiaan yang lebih rendah.

Melalui kegiatan memasak, seseorang dapat kembali fokus pada hal-hal sederhana seperti memotong sayuran, mencium aroma bumbu, hingga memperhatikan perubahan warna makanan.

Faisal Hoque juga mengangkat pandangan Eric Ripert, koki restoran Le Bernardin yang memiliki tiga bintang Michelin, melalui bukunya Mindful Cooking: Simple Recipes for Nurturing Body and Soul. Ripert mendorong pendekatan memasak dengan perhatian penuh dan tanpa kecemasan berlebihan.

Pengalaman yang diperolehnya dari biara Buddha di Jepang dan Korea turut membentuk pandangan tersebut. Menurut pendekatan ini, memasak bukan hanya tentang menghasilkan hidangan lezat, tetapi juga melatih ketelitian, kesabaran, dan ketenangan.

Tradisi kuliner Jepang juga memiliki filosofi serupa melalui kaiseki, yaitu penyajian hidangan musiman yang disusun dengan penuh perhatian, serta shojin ryori, tradisi masakan vegetarian dari kuil Buddha Zen.

Bahkan, ajaran Zen dari Dōgen pada abad ke-13 menggambarkan bahwa pekerjaan sederhana seperti memasak dan menyiapkan makanan memiliki makna dalam kehidupan.

Setiap proses sebaiknya dilakukan dengan kesadaran bahwa aktivitas sehari-hari juga merupakan bagian penting dari perjalanan hidup.

Selain membantu melatih fokus, memasak juga memberikan ruang bagi kreativitas. Penelitian psikolog Tamlin Conner dan rekan-rekannya menemukan bahwa aktivitas kreatif, termasuk memasak, berkaitan dengan emosi positif dan kesejahteraan.

Seseorang dapat mengekspresikan diri melalui pilihan bahan, perpaduan rasa, hingga cara menyajikan makanan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore