Mengurangi Stres dengan Memasak (magnific)
JawaPos.com - Di tengah kehidupan modern yang dipenuhi kesibukan dan paparan layar digital, menemukan waktu untuk menenangkan pikiran menjadi tantangan tersendiri.
Menariknya, solusi tersebut ternyata bisa dimulai dari dapur rumah. Menurut Psychology Today, aktivitas memasak yang selama ini dianggap sebagai pekerjaan rutin justru dapat menjadi bentuk meditasi sederhana untuk melatih fokus, menikmati momen, sekaligus menjaga kesehatan mental.
Salah satu alasan memasak dapat memberikan efek positif adalah kemampuannya mengembalikan perhatian seseorang pada aktivitas yang sedang dilakukan.
Sebuah penelitian tahun 2010 yang diterbitkan dalam jurnal Science menemukan bahwa pikiran manusia mengembara hampir 50 persen dari waktu yang dihabiskan untuk beraktivitas.
Penelitian tersebut juga menunjukkan hubungan antara pikiran yang sering mengembara dan tingkat kebahagiaan yang lebih rendah.
Melalui kegiatan memasak, seseorang dapat kembali fokus pada hal-hal sederhana seperti memotong sayuran, mencium aroma bumbu, hingga memperhatikan perubahan warna makanan.
Faisal Hoque juga mengangkat pandangan Eric Ripert, koki restoran Le Bernardin yang memiliki tiga bintang Michelin, melalui bukunya Mindful Cooking: Simple Recipes for Nurturing Body and Soul. Ripert mendorong pendekatan memasak dengan perhatian penuh dan tanpa kecemasan berlebihan.
Pengalaman yang diperolehnya dari biara Buddha di Jepang dan Korea turut membentuk pandangan tersebut. Menurut pendekatan ini, memasak bukan hanya tentang menghasilkan hidangan lezat, tetapi juga melatih ketelitian, kesabaran, dan ketenangan.
Tradisi kuliner Jepang juga memiliki filosofi serupa melalui kaiseki, yaitu penyajian hidangan musiman yang disusun dengan penuh perhatian, serta shojin ryori, tradisi masakan vegetarian dari kuil Buddha Zen.
Bahkan, ajaran Zen dari Dōgen pada abad ke-13 menggambarkan bahwa pekerjaan sederhana seperti memasak dan menyiapkan makanan memiliki makna dalam kehidupan.
Setiap proses sebaiknya dilakukan dengan kesadaran bahwa aktivitas sehari-hari juga merupakan bagian penting dari perjalanan hidup.
Selain membantu melatih fokus, memasak juga memberikan ruang bagi kreativitas. Penelitian psikolog Tamlin Conner dan rekan-rekannya menemukan bahwa aktivitas kreatif, termasuk memasak, berkaitan dengan emosi positif dan kesejahteraan.
Seseorang dapat mengekspresikan diri melalui pilihan bahan, perpaduan rasa, hingga cara menyajikan makanan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022