Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Oktober 2026 | 23.27 WIB

Membersihkan Telinga dengan Cotton Bud Aman? Ini Penjelasan Medisnya

Ilustrasi seseorang membersihkan telinga dengan cotton bud (Magnific) - Image

Ilustrasi seseorang membersihkan telinga dengan cotton bud (Magnific)

JawaPos.com - Membersihkan telinga menggunakan cotton bud sudah menjadi kebiasaan bagi banyak orang karena dinilai lebih praktis. Namun, cara ini secara medis tidak dianjurkan karena berisiko menimbulkan sejumlah masalah pada kesehatan telinga. 

Pada dasarnya, telinga memiliki mekanisme alami untuk mengeluarkan kotoran dari saluran telinga. Pergerakan kulit di saluran telinga serta gerakan rahang saat berbicara dan mengunyah membantu mendorong serumen menuju bagian luar telinga.

Kotoran telinga atau serumen sendiri memiliki fungsi penting bagi kesehatan. Zat ini membantu menangkap debu dan kotoran, sekaligus melindungi saluran telinga dari air dan mikroorganisme. Serumen juga membantu menjaga kelembapan saluran telinga agar tidak mudah kering dan gatal.

Meski memiliki fungsi penting, serumen terkadang dapat menumpuk secara berlebihan hingga menyumbat saluran telinga. Dilansir dari NHS Inform, Minggu (11/10), penumpukan ini dapat menyebabkan nyeri telinga, penurunan pendengaran, telinga berdenging, dan rasa gatal.

Penumpukan serumen tersebut dapat semakin parah jika telinga dibersihkan dengan cara yang kurang tepat, salah satunya menggunakan cotton bud. Karena itu, penggunaan alat ini sebaiknya dihindari jika membersihkan telinga. Alih-alih mengangkat kotoran, cutton bud justru dapat mendorong serumen semakin dalam sehingga berisiko menyebabkan penyumbatan. Selain itu, penggunaan cutton bud juga dapat melukai saluran telinga jika digunakan terlalu dalam atau dengan tekanan berlebihan.

Menurut Alodokter, berikut beberapa risiko lainnya yang terjadi jika anda membersihkan telinga dengan menggunakan cotton bud.

1. Merusak Gendang Telinga 

Penggunaan cotton bud dengan tekanan berlebihan atau memasukkannya terlalu dalam dapat menyebabkan gendang telinga pecah. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri dan keluarnya cairan dari telinga. Pada kasus tertentu, kerusakan gendang telinga juga dapat mengganggu pendengaran, baik sementara maupun permanen.

2. Melukai Saluran Telinga Bagian Luar 

Kulit yang melapisi saluran telinga cukup sensitif sehingga rentan mengalami iritasi atau luka akibat gesekan cotton bud. Luka tersebut dapat mengganggu perlindungan alami kulit dan meningkatkan risiko peradangan pada saluran telinga bagian luar atau otitis eksterna.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore