Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Oktober 2026 | 18.25 WIB

Perjalanan Panjang Penderita Eksim atau Eczema, Tidak Bisa Ditangani dengan Sembarang Obat

Ilustrasi eksim atau peradangan pada kulit (freepik) - Image

Ilustrasi eksim atau peradangan pada kulit (freepik)

JawaPos.com – Eczema atau eksim menjadi salah satu masalah kulit yang harus dihadapi penderita dalam jangka panjang. Sehingga, penderita eksim harus mengetahui cara mencegah kekambuhan atau flare-up agar bisa menjalani hidup tanpa menggunakan obat.

Dokter Tomi Nugraha, Sp.DVE, Dermatologist ERHA Ultimate, mengungkapkan, suka tidak suka eksim dapat berlangsung secara berulang sepanjang hidup. Sehingga, yang perlu dipahami adalah menangani eksim bukan sekadar tentang meredakan keluhan saat gejala memburuk.

Beberapa hal yang bisa menyebabkan eksim antara lain genetik,  lingkungan, perubahan dalam tubuh, hingga kondisi kulit bisa menyebabkan kekambuhan eczema.

Tapi penggunaan obat tanpa pendampingan dokter pun juga bisa memperburuk eksim saat kambuh. Misalnya, pembelian obat sendiri yang sebenarnya bukan untuk eksim. 

Untuk itu, mencegah kekambuhan eksim selain dari kebersihan diri dan lingkungan, melalui perawatan kulit yang tepat jauh lebih baik daripada mengobati saat kambuh. Terlebih perjalanan kekambuhan eksim tiap pasien itu berbeda.

Salah satunya mengetahui kondisi kulit dan polanya. Itu menjadi bagian penting dalam pengelolaan eksim.

Misalnya penanganan eksim di ERHA Ultimate. Pasien tentunya akan berkonsultasi dulu dengan doktet terkait dengan kekambuhan eksimnya. Lalu akan dilihat jenis kulitnya dan terapi apa yang cocok.

“Pemahaman yang komprehensif terhadap kulit sangatlah penting, sehingga terapi dapat disesuaikan secara spesifik untuk setiap pasien,” ujar dr. Tomi dalam talkshow Beyond the Flare, Every Skin Has a Story di Jakarta, baru-baru ini.

Lalu, kapan harus ke dokter? Dokter Tomi menjelaskan, ketika memiliki faktor genetik eksim dan gejalanya sudah mulai muncul, tidak ada salahnya untuk mengunjungi dokter.

Lalu ada beberapa gejala yang perlu diperhatikan, tidak cuma gatal. Seperti mulai bersisik, keluar cairan dari gatal, hingga luas permukaan gatal lebih dari 30 persen tubuh.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore