
Suasana gedung bertingkat diselimuti polusi udara di Jakarta. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Publik sangat membutuhkan informasi tentang kualias udara. Apalagi di musim kemarau, risiko penurunan kualitas udara di wilayah Jabodetabek sangat meningkat. Namun, informasi itu kerap tersebar dan sulit terakses dengan sejumlah kendala.
Nah, di tengah kondisi cuaca yang tidak dapat ditebak saat ini, masyarakat yang ingin mengetahui kondisi udara di sekitarnya dapat mengakses Knowledge Hub, sebuah pusat informasi yang menghimpun berbagai riset, data, kebijakan, serta panduan terkait kualitas udara di Indonesia yang dapat diakses secara gratis melalui https://bicaraudara.id/knowledge-hub/.
Co-Founder Bicara Udara Novita Natalia mengatakan, Knowledge Hub dirancang sebagai ruang belajar dan referensi terbuka bagi masyarakat, jurnalis, peneliti, akademisi, hingga pembuat kebijakan. Platform itu mengkurasi berbagai publikasi dari akademisi, lembaga riset, think tank, organisasi internasional, hingga sumber data terpercaya yang relevan dengan isu polusi udara.
Sebetulnya, kata Novita, informasi mengenai polusi udara sebenarnya telah tersedia dalam jumlah yang cukup banyak, namun masih tersebar di berbagai sumber sehingga sulit diakses secara praktis. Akibatnya, masyarakat, media, peneliti, bahkan pembuat kebijakan sering kesulitan menemukan referensi yang kredibel dan mudah dipahami dalam satu platform.
"Melalui Knowledge Hub, kami ingin menghadirkan pusat referensi yang dapat membantu publik mengakses data dan riset terpercaya mengenai polusi udara secara lebih mudah,” ujar Novita kepada wartawan pada Jumat (26/6).
Sebagaimana diketahui, kondisi cuaca yang lebih kering, minimnya curah hujan, serta pergerakan udara yang cenderung lebih lambat dapat menyebabkan akumulasi polutan di atmosfer, termasuk partikulat halus PM2.5 yang berbahaya bagi kesehatan.
Momentum peluncuran ini menjadi semakin relevan mengingat musim kemarau sering kali berkaitan dengan peningkatan konsentrasi polutan di udara. Cuaca panas yang diperkuat oleh fenomena El Niño juga dapat memperburuk paparan terhadap polusi udara karena kondisi atmosfer yang lebih stabil membuat polutan bertahan lebih lama di dekat permukaan.
Di samping itu, tinjauan dari Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia menemukan bahwa polusi partikulat halus PM2.5 dan gelombang panas meningkatkan risiko gangguan pernapasan hingga 30%. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 mencatat peningkatan kasus ISPA sebesar 15% yang berkaitan erat dengan perubahan iklim.
Selain menyediakan akses terhadap jurnal dan publikasi ilmiah, Knowledge Hub juga menyajikan berbagai informasi mengenai kebijakan kualitas udara, data pemantauan, serta praktik-praktik baik yang telah diterapkan di berbagai negara. Bicara Udara berharap platform ini dapat menjadi salah satu rujukan utama bagi siapa pun yang ingin memahami isu polusi udara secara lebih komprehensif.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
