Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Juni 2026 | 02.10 WIB

Knowledge Hub, Platform Cek Kualitas Udara di Indonesia

Suasana gedung bertingkat diselimuti polusi udara di Jakarta. (Dery Ridwansah/JawaPos.com) - Image

Suasana gedung bertingkat diselimuti polusi udara di Jakarta. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Publik sangat membutuhkan informasi tentang kualias udara. Apalagi di musim kemarau, risiko penurunan kualitas udara di wilayah Jabodetabek sangat meningkat. Namun, informasi itu kerap tersebar dan sulit terakses dengan sejumlah kendala. 

Nah, di tengah kondisi cuaca yang tidak dapat ditebak saat ini, masyarakat yang ingin mengetahui kondisi udara di sekitarnya dapat mengakses Knowledge Hub, sebuah pusat informasi yang menghimpun berbagai riset, data, kebijakan, serta panduan terkait kualitas udara di Indonesia yang dapat diakses secara gratis melalui https://bicaraudara.id/knowledge-hub/.

Co-Founder Bicara Udara Novita Natalia mengatakan, Knowledge Hub dirancang sebagai ruang belajar dan referensi terbuka bagi masyarakat, jurnalis, peneliti, akademisi, hingga pembuat kebijakan. Platform itu mengkurasi berbagai publikasi dari akademisi, lembaga riset, think tank, organisasi internasional, hingga sumber data terpercaya yang relevan dengan isu polusi udara.

Sebetulnya, kata Novita, informasi mengenai polusi udara sebenarnya telah tersedia dalam jumlah yang cukup banyak, namun masih tersebar di berbagai sumber sehingga sulit diakses secara praktis. Akibatnya, masyarakat, media, peneliti, bahkan pembuat kebijakan sering kesulitan menemukan referensi yang kredibel dan mudah dipahami dalam satu platform. 

"Melalui Knowledge Hub, kami ingin menghadirkan pusat referensi yang dapat membantu publik mengakses data dan riset terpercaya mengenai polusi udara secara lebih mudah,” ujar Novita kepada wartawan pada Jumat (26/6).

Sebagaimana diketahui, kondisi cuaca yang lebih kering, minimnya curah hujan, serta pergerakan udara yang cenderung lebih lambat dapat menyebabkan akumulasi polutan di atmosfer, termasuk partikulat halus PM2.5 yang berbahaya bagi kesehatan.

Momentum peluncuran ini menjadi semakin relevan mengingat musim kemarau sering kali berkaitan dengan peningkatan konsentrasi polutan di udara. Cuaca panas yang diperkuat oleh fenomena El Niño juga dapat memperburuk paparan terhadap polusi udara karena kondisi atmosfer yang lebih stabil membuat polutan bertahan lebih lama di dekat permukaan.

Di samping itu, tinjauan dari Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia menemukan bahwa polusi partikulat halus PM2.5 dan gelombang panas meningkatkan risiko gangguan pernapasan hingga 30%. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 mencatat peningkatan kasus ISPA sebesar 15% yang berkaitan erat dengan perubahan iklim.

Selain menyediakan akses terhadap jurnal dan publikasi ilmiah, Knowledge Hub juga menyajikan berbagai informasi mengenai kebijakan kualitas udara, data pemantauan, serta praktik-praktik baik yang telah diterapkan di berbagai negara. Bicara Udara berharap platform ini dapat menjadi salah satu rujukan utama bagi siapa pun yang ingin memahami isu polusi udara secara lebih komprehensif.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore