Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 Agustus 2026 | 03.13 WIB

8 dari 10 Anak Indonesia Kekurangan DHA, Minum Susu Tetap Dibutuhkan saat Masuk Usia Sekolah

Ilustrasi minum susu. (IST) - Image

Ilustrasi minum susu. (IST)

JawaPos.com – Asupan DHA saat usia sekolah masih sangat penting untuk perkembangan dan fungsi sistem saraf, termasuk otak. Namun sayangnya, 8 dari 10 anak Indonesia usia 4–12 tahun memiliki asupan EPA dan DHA di bawah tingkat minimum yang direkomendasikan FAO/WHO. 

Temuan ini menjadi semakin relevan ketika kebiasaan minum susu berubah menjadi pilihan minuman lainnya saat anak memasuki usia sekolah. Ketika anak memasuki jenjang sekolah dasar, umumnya di rentang usia 7 hingga 12 tahun, preferensi minuman mereka berubah drastis. 

Seperti minuman cokelat, teh kemasan, hingga minuman ringan menjadi pilihan. Sementara susu yang selama ini menjadi salah satu sumber nutrisi penting mulai ditinggalkan. Padahal, susu selama ini dikenal sebagai salah satu sumber DHA yang mudah dikonsumsi oleh anak-anak. 

Diungkapkan Dokter Spesialis Anakdr. Shyrien Amalina MSc, SpA, kecukupan asam lemak esensial Arachidonic Acid (AA) dan Docosahexaenoic Acid (DHA) tetap penting bagi anak usia sekolah dan remaja. Meski perkembangan otak berlangsung paling pesat pada 1.000 hari pertama kehidupan tapi ini penting untuk mendukung proses pembelajaran serta pematangan fungsi otak. 

“Proses mielinisasi korteks prefrontal—yang berperan dalam atensi, perencanaan, pengambilan keputusan, dan pengendalian impuls masih terus berlangsung hingga masa remaja. Oleh karena itu, asupan AA dan DHA yang memadai dapat mendukung fungsi eksekutif, konsentrasi, regulasi perilaku dan emosi, serta plastisitas sinaptik yang berperan dalam proses belajar dan memori,” ungkap dr. Shyrien Amalina baru-baru ini.

Defisiensi DHA Pengaruhi Banyak Hal 

Menurut data yang dihimpun oleh berbagai lembaga kesehatan anak, defisiensi DHA pada anak usia sekolah dapat mempengaruhi berbagai hal. Seperti menurunnya kemampuan belajar, daya ingat, hingga regulasi emosi. 

Ironisnya, ungkap dr. Shyrienkondisi ini seringkali tidak menampakkan gejala yang jelas sehingga orang tua kerap tidak menyadarinya. Untuk itu, ada baiknya orang tua tetap mencukup kebutuhan DHA anak.

"Dalam memilih minuman anak, orang tua sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan rasa yang disukai, tetapi juga kandungan nutrisinya,” tambahnya.

Edukasi Orang Tua

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore