Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Agustus 2026 | 22.38 WIB

Penemuan Obat Bisa Makin Cepat, AI Dimanfaatkan dari Riset hingga Uji Klinis

Ilustrasi AI (Freepik) - Image

Ilustrasi AI (Freepik)

JawaPos.com - Penemuan obat kini mulai memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses sejak tahap penelitian hingga persiapan uji klinis. Teknologi AI digunakan untuk membantu ilmuwan mengidentifikasi target terapi, merancang kandidat terapi, serta mengolah data dalam jumlah besar.

Pemanfaatan AI tersebut dilakukan melalui kemitraan strategis antara Novo Nordisk dan Amazon Web Services (AWS). Keduanya membentuk pusat kolaborasi di London yang mempertemukan engineer dan ilmuwan untuk mengembangkan berbagai solusi AI bagi penelitian dan operasional industri farmasi.

Salah satu fokusnya adalah menggabungkan data genomik, pencitraan medis, dan data klinis. Pengolahan data tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat penelitian tahap awal sekaligus memberikan informasi yang dapat digunakan dalam merancang uji klinis.

Teknologi AI juga dimanfaatkan untuk menemukan target terapi dan mempercepat proses perancangan terapi baru. Dengan pendekatan tersebut, proses dari identifikasi target terapeutik hingga pemberian dosis pertama kepada manusia ditargetkan dapat berlangsung lebih singkat.

Selain penelitian, AI digunakan untuk meningkatkan efisiensi operasional. Kolaborasi ini disebut telah membantu mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk dokumentasi klinis dan mendukung produktivitas lebih dari 25.000 karyawan.

Presiden dan CEO Novo Nordisk Mike Doustdar mengatakan, pemanfaatan AI menjadi bagian dari upaya perusahaan mempercepat penemuan obat sekaligus mengembangkan solusi yang dapat memberikan manfaat bagi pasien dengan penyakit kronis serius.

"Menjalin kemitraan dengan AWS merupakan langkah untuk menjadikan AI sebagai penggerak inovasi di Novo Nordisk," ujar Mike Doustdar, Kamis (20/8).

Kedepan, teknologi AI juga akan digunakan untuk meningkatkan efisiensi berbagai proses melalui agen AI. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat membantu mengubah hasil penelitian menjadi pengembangan terapi yang lebih cepat dan mendukung proses uji klinis.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore