Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Agustus 2026 | 03.26 WIB

Nyeri Sendi Tangan Berulang Terutama Saat Bangun Tidur, Bisa Jadi Rheumatoid Arthritis

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi Siloam Hospitals Lippo Village, dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR, FACR (Istimewa) - Image

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi Siloam Hospitals Lippo Village, dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR, FACR (Istimewa)

JawaPos.com - Nyeri sendi tangan yang berulang disertai kekakuan dan pembengkakan terutama saat bangun tidur tidak selalu sekadar akibat kelelahan. Keluhan tersebut bisa menjadi tanda penyakit Rheumatoid Arthritis (RA).

RA adalah penyakit reumatik autoimun kronis yang menyebabkan peradangan pada sendi dan berpotensi menimbulkan kerusakan permanen jika tidak ditangani sejak dini.

Pada tahap awal, RA kerap dianggap sebagai keluhan ringan karena rasa nyeri dan kaku dapat membaik setelah tubuh mulai bergerak atau beraktivitas. Padahal, semakin lama peradangan berlangsung, semakin besar risiko kerusakan sendi yang dapat mengganggu fungsi tubuh dan kualitas hidup.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi Siloam Hospitals Lippo Village, dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR, FACR, mengatakan, tidak semua nyeri sendi disebabkan oleh penyakit yang sama. Penyakit reumatik sendiri mencakup lebih dari 80 jenis penyakit, mulai dari gangguan jaringan lunak, penyakit non-autoimun seperti gout dan osteoarthritis, hingga penyakit autoimun seperti RA dan lupus.

Nyeri sendi yang berkepanjangan sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai keluhan biasa. Kita perlu mengetahui penyebabnya karena setiap penyakit memiliki penanganan yang berbeda,” jelas dr. Sandra kepada wartawan, Rabu (12/8).

Menurutnya, pada RA, peradangan yang berlangsung terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan sendi dan pada akhirnya mengganggu fungsi serta kualitas hidup pasien.

Kenali Pola Nyeri yang Perlu Diwaspadai

Salah satu pola yang perlu dicermati adalah nyeri dan kekakuan pada tangan yang lebih terasa pada pagi hari. Kekakuan biasanya dapat berkurang setelah tubuh mulai bergerak atau melakukan aktivitas.

Sendi yang paling sering terkena antara lain jari dan pergelangan tangan. Keluhan juga dapat muncul secara simetris, misalnya terjadi pada tangan kanan dan kiri.

Pada tahap awal, gejalanya bisa terlihat sederhana. Seseorang mungkin merasa kesulitan menggerakkan tangan setelah bangun tidur, membutuhkan waktu sebelum dapat beraktivitas seperti biasa, atau mendapati jari-jari membengkak hingga cincin terasa lebih ketat pada pagi hari.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore