Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Juli 2026 | 03.22 WIB

Kunci Diabetes Tak Sebabkan Komplikasi: Jaga Gula Darah, Hipertensi, hingga Kolesterol Tetap Stabil Bersamaan

ilustrasi diabetes - Image

ilustrasi diabetes

JawaPos.com - Diabetes adalah salah satu penyakit yang sering menyebabkan komplikasi penyakit serius lainnya bila tak ditangani. Namun, mengendalikan gula darah saja tidak cukup untuk mencegah komplikasi diabetes. Mengontrol tekanan darah, kolesterol, berat badan, hingga menghentikan kebiasaan merokok juga perlu dilakukan secara bersamaan agar risiko kerusakan organ, termasuk mata, jantung, dan ginjal, dapat ditekan.

Ketua Umum Pengurus Pusat PERKENI, Prof. Dr. dr. Em Yunir, Sp.PD., Subsp.E.M.D.(K), mengatakan, jumlah penyandang diabetes di Indonesia terus meningkat. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), jumlahnya telah melampaui 20 juta orang dan diperkirakan akan terus bertambah.

"Data tahun 2023 sudah lebih dari 20 juta. Saya rasa sekarang sudah 22 atau 23 juta, dan diprediksi menjadi lebih dari 30 juta pada 2045. Artinya kita harus siap-siap menghadapi itu," ujarnya kepada wartawan, Senin (20/7).

Namun, kondisi yang lebih memprihatinkan adalah sekitar 73 persen penyandang diabetes belum mengetahui dirinya mengidap penyakit tersebut.

"Mirisnya, lebih dari 73 persen itu undiagnosed. Yang bersangkutan tidak menyadari bahwa dia diabetes. Jadi sekitar dua pertiga pasien diabetes tidak ketahuan," katanya.

Akibatnya, banyak pasien baru mengetahui dirinya mengidap diabetes ketika sudah mengalami komplikasi serius.

"Sering kali baru terdeteksi saat berobat karena penyakit lain. Masuk kondisi gawat darurat, tiba-tiba matanya tidak melihat, ternyata gula darahnya 200 sampai 400. Akhirnya harus menangani berbagai macam komplikasi," tutur Prof. Yunir.

Padahal, ia menjelaskan bahwa tingginya kadar gula darah akan mempercepat kerusakan organ bila tidak dikendalikan.

"Kalau gula darah tidak mencapai target, proses perusakan akan berjalan terus. Ibarat argo taksi, makin tinggi gula darah, makin cepat argonya bergerak. Kalau gulanya bagus, argonya melambat. Kecepatan kerusakan itulah yang dikendalikan oleh baik buruknya gula darah," jelasnya.

Namun, menurutnya, menjaga gula darah saja belum cukup. Pasien juga harus mengendalikan faktor risiko lain yang mempercepat munculnya komplikasi.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore