Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Juli 2026 | 01.58 WIB

Tingkatkan Kualitas Hidup Rakyat, Operasi Katarak Gratis Digelar di Purwokerto saat Bulan Bakti PERDAMI 2026

Ilustrasi operasi Katarak yang dilakukan Klinik Utama Mata JEC ANWARI Purwokerto. (Istimewa) - Image

Ilustrasi operasi Katarak yang dilakukan Klinik Utama Mata JEC ANWARI Purwokerto. (Istimewa)

JawaPos.com - Warga Purwokerto, Jawa Tengah mendapat layanan operasi katarak gratis. Layanan ini diberikan dalam rangka peringatan Bulan Bakti PERDAMI 2026. 

Operasi dilakukan oleh Klinik Utama Mata JEC ANWARI Purwokerto. Layanan diberikan untuk memberikan harapan baru bagi masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak.

Program ini tidak hanya berfokus pada tindakan operasi, tetapi juga mencakup rangkaian layanan yang menyeluruh, mulai dari pendataan dan skrining calon pasien, pemeriksaan kondisi mata, pemeriksaan penunjang untuk memastikan kesiapan medis, tindakan operasi bagi pasien yang memenuhi kriteria, hingga kontrol pasca operasi. 

Para penerima layanan diharapkan bisa kembali melihat, sehingga bisa menjalani aktivitas seperti sediakala. Sejalan dengan itu, angka kebutaan di Indonesia bisa ditekan, dan masyarakat mendapat peningkatan kualitas hidup.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap semakin banyak pasien yang mendapatkan kesempatan untuk kembali melihat dengan lebih baik, beraktivitas dengan lebih mandiri, dan menjalani hidup dengan kualitas yang lebih baik," kata Kepala Klinik Utama Mata JEC ANWARI Purwokerto Dr. Kukuh Prasetyo, Selasa (14/7).

Sejak berdiri pada 1984, jaringan JEC Eye Hospitals and Clinics telah menangani lebih dari 200.000 operasi katarak. Berbagai inovasi layanan ditawarkan kepada masyarakat sebagai alternatif.

“Bagi kami, setiap pasien yang kembali melihat adalah harapan baru. Karena itu, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi layanan medis, tetapi juga bentuk dukungan nyata agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih percaya diri,” tutup Dr. Kukuh.

Katarak diketahui sebagai kondisi ketika lensa alami mata mengalami kekeruhan, sehingga cahaya sulit masuk dengan optimal dan penglihatan menjadi buram. Gejala dapat berkembang secara perlahan, mulai dari pandangan berkabut, warna tampak pudar, lebih sensitif terhadap cahaya atau silau, kesulitan melihat pada malam hari, hingga menurunnya kemampuan membaca dan beraktivitas sehari-hari. 

Berdasarkan hasil survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness atau RAAB 2014-2016 yang dilakukan PERDAMI dan Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI di 15 provinsi, angka kebutaan pada populasi usia 50 tahun ke atas mencapai 3 persen, dengan katarak sebagai penyebab tertinggi, yaitu sekitar 81,2 persen kasus kebutaan. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore