Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Juli 2026 | 23.42 WIB

Benarkah MSG Berbahaya? Ini Fakta, Mitos, dan Cara Menggunakannya agar Masakan Tetap Sehat

Ilustrasi MSG. (Istimewa) - Image

Ilustrasi MSG. (Istimewa)

JawaPos.com - Selama puluhan tahun, monosodium glutamat (MSG) kerap dicap sebagai penyebab berbagai gangguan kesehatan. Padahal, hingga kini berbagai lembaga kesehatan dunia menyatakan MSG aman dikonsumsi dalam jumlah wajar.

Justru, tantangan yang lebih besar bagi kesehatan masyarakat adalah konsumsi gula dan garam yang berlebihan. Lantas, benarkah MSG berbahaya? Bagaimana cara menggunakan MSG yang tepat agar masakan tetap sehat sekaligus lezat?

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa MSG dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu mengurangi penggunaan garam tanpa menghilangkan cita rasa makanan. Data dari U.S. Food and Drug Administration (FDA) dan World Health Organization (WHO) menyebutkan kandungan natrium dalam MSG sekitar 12 persen, lebih rendah dibandingkan garam dapur yang mengandung sekitar 40 persen natrium.

Tak hanya itu, penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Food Science menunjukkan penggunaan MSG secara tepat dapat membantu mengurangi kebutuhan garam hingga 30 persen. Sekaligus mempertahankan bahkan meningkatkan cita rasa masakan.

Mitos dan Fakta Seputar MSG

Masih banyak anggapan bahwa MSG tidak boleh dikonsumsi setiap hari. Namun, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan MSG berbahaya bagi masyarakat umum jika digunakan dalam jumlah yang wajar sebagai penyedap makanan.

MSG merupakan penyedap rasa yang berfungsi memperkuat rasa umami atau gurih pada masakan. Karena cita rasanya sudah lebih kuat, penggunaan MSG dapat membantu mengurangi tambahan garam maupun gula dalam beberapa jenis hidangan.

Cara Menggunakan MSG dengan Benar

Agar manfaatnya lebih optimal, penggunaan MSG sebaiknya tetap memperhatikan pola makan yang seimbang. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan.

1. Gunakan secukupnya sebagai pelengkap rasa, bukan bahan utama masakan.
2. Kurangi takaran garam saat menambahkan MSG agar asupan natrium tetap terkendali.
3. Perbanyak penggunaan bahan makanan segar seperti sayuran, ikan, dan daging tanpa lemak.
4. Hindari konsumsi makanan olahan tinggi garam, gula, dan lemak secara berlebihan.
5. Terapkan pola makan beragam dan seimbang agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi.

Dengan cara tersebut, MSG dapat menjadi salah satu pilihan penyedap untuk membantu menghasilkan makanan yang tetap lezat tanpa harus menggunakan garam secara berlebihan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore