
Indonesia kini mulai memasuki era baru layanan kesehatan preventif melalui kehadiran Longevity 5.0, sebuah pendekatan kesehatan jangka panjang yang menggabungkan AI. (Istimewa)
JawaPos.com – Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat terus meningkat. Namun, tantangan terbesar bukan lagi soal pengetahuan, melainkan konsistensi menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, layanan kesehatan pun mulai mengalami transformasi besar. Pendekatan yang selama ini berfokus pada pengobatan (kuratif) kini bergeser menuju pencegahan (preventif) dengan dukungan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Aktor Samuel Rizal menilai pendekatan preventif menjadi kunci untuk menjaga kualitas hidup dalam jangka panjang.
"Preventif itu penting karena gaya hidup memang harus dijaga. Sekarang teknologi makin canggih, banyak orang sudah tahu soal fitness dan healthy lifestyle, tapi tidak semua benar-benar menjalankannya. Tahu, tetapi belum tentu melakukan," ujar Samuel di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Pandangan tersebut sejalan dengan tren global di sektor kesehatan yang semakin menitikberatkan pada pencegahan penyakit, peningkatan kualitas hidup, serta pengelolaan kesehatan jangka panjang melalui pemanfaatan teknologi.
Indonesia kini mulai memasuki era baru layanan kesehatan preventif melalui kehadiran Longevity 5.0, sebuah pendekatan kesehatan jangka panjang yang menggabungkan AI, cloud computing, serta precision medicine untuk membantu masyarakat hidup lebih sehat, lebih lama, dan tetap produktif.
Konsep tersebut diperkenalkan oleh Zeroage.life, divisi longevity dari Borderless Healthcare Group (BHG), melalui dua platform berbasis gender, yakni SheSpan.life untuk perempuan dan Longevity.men bagi pria.
Berbeda dengan layanan kesehatan konvensional yang umumnya baru dilakukan setelah seseorang jatuh sakit, Longevity 5.0 menempatkan pencegahan dan optimalisasi kesehatan sebagai prioritas utama.
Pendiri sekaligus Chairman BHG, Dr. Wei Siang Yu, mengatakan konsep longevity bukan sekadar memperpanjang usia, melainkan menjaga kualitas hidup secara menyeluruh.
"Longevity bukan hanya tentang hidup lebih lama, tetapi bagaimana seseorang tetap sehat secara fisik, mental, hormonal, dan sosial di setiap fase kehidupannya," ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
