
Ilustrasi Mencegah DBD. (Pixabay)
JawaPos.com - Fenomena El Nino Godzilla yang diperkirakan terjadi tahun 2026 dinilai dapat membuat nyamuk penyebab demam berdarah semakin agresif. Dokter mengingatkan masyarakat untuk segera melakukan langkah antisipasi seperti menutup tempat penampungan air, melakukan pemberantasan sarang nyamuk, serta memanfaatkan larvasida guna menekan risiko penularan DBD.
Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI, dr. Sukamto Koesnoe, mengatakan peningkatan suhu akibat fenomena iklim ekstrem dapat mempercepat perkembangan nyamuk Aedes aegypti sekaligus meningkatkan potensi penyebaran virus dengue.
"Dengan meningkatnya suhu bumi, nyamuk menjadi lebih mudah berkembang. Akibatnya kejadian demam berdarah akan meningkat. Bahkan negara-negara yang sebelumnya tidak memiliki kasus dengue mulai melaporkan kemunculan kasus karena wilayah yang cocok bagi nyamuk semakin meluas," ujarnya, Sabtu (20/6).
Data Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menunjukkan peluang terbentuknya El Niño mencapai 80 persen pada periode Juni-Agustus 2026 dan berpotensi berlanjut hingga akhir tahun dengan intensitas sedang hingga kuat.
Baca Juga:KPK Tak Akan Ambil Alih Kasus Korupsi MBG, Fokus Lakukan Monitoring Program Prioritas Presiden
dr. Sukamto menjelaskan, kenaikan suhu tidak hanya meningkatkan populasi nyamuk, tetapi juga mengubah perilaku Aedes aegypti. Pada suhu normal sekitar 28 derajat Celsius, nyamuk biasanya menghisap darah setiap lima hari sekali. Namun saat suhu meningkat, periode tersebut dapat memendek menjadi dua hari sekali.
"Semakin meningkat suhu, periode menghisap darah menjadi lebih pendek," katanya.
Ia menerangkan, kondisi tersebut membuat peluang penularan virus dengue menjadi lebih besar karena frekuensi kontak nyamuk dengan manusia meningkat.
Selain perubahan perilaku nyamuk, musim kemarau panjang akibat El Nino juga dapat mendorong masyarakat menyimpan air dalam berbagai wadah. Apabila tidak dikelola dengan baik, tempat penampungan air tersebut berpotensi menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk.
Oleh karena itu, dr. Sukamto mengimbau masyarakat untuk menutup rapat tempat penyimpanan air dan secara berkala menaburkan larvasida sesuai anjuran petugas kesehatan. Larvasida atau bubuk abate diketahui mampu membunuh jentik nyamuk dan memberikan perlindungan hingga tiga bulan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022