Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Juni 2026 | 03.05 WIB

Bau Asap hingga Kenyamanan, Ini Alasan Perokok Dewasa Mulai Beralih

Ilustrasi vape or electric cigarette. (Pixabay/Antara) - Image

Ilustrasi vape or electric cigarette. (Pixabay/Antara)

JawaPos.com - Peralihan perokok dewasa ke produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik (vape) dan produk tembakau yang dipanaskan semakin banyak terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah pengguna menyebut faktor kenyamanan sebagai alasan utama, mulai dari tidak adanya bau asap rokok yang menempel hingga anggapan bahwa produk tersebut lebih tidak mengganggu orang di sekitar.

Fenomena ini juga diamati oleh pelaku industri vape di Indonesia. Ketua Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (AKVINDO) Paido Siahaan mengatakan, banyak perokok dewasa mulai mencari alternatif yang dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka.

“Dari sisi konsumen, alasan utama mereka beralih ke produk tembakau alternatif adalah karena ingin mengurangi paparan asap rokok dan bau yang menempel. Konsumen menilai penggunaan produk tembakau alternatif terasa lebih bersih, lebih ringan, dan tidak terlalu mengganggu orang sekitar,” ujar Paido, Kamis (11/6).

Menurut dia, salah satu keluhan yang paling sering disampaikan perokok adalah bau asap hasil pembakaran tembakau yang menempel pada pakaian, rambut, kendaraan, maupun ruangan. Faktor tersebut menjadi pertimbangan besar ketika mereka mulai mempertimbangkan alternatif selain rokok konvensional.

Paido menjelaskan, produk tembakau alternatif tidak melalui proses pembakaran seperti rokok biasa. Karena itu, produk tersebut tidak menghasilkan asap dan tar dalam jumlah yang sama seperti rokok konvensional. Tar diketahui sebagai salah satu senyawa yang terbentuk dari proses pembakaran tembakau dan mengandung berbagai zat berbahaya.

“Banyak pengguna menyampaikan bahwa bau rokok yang menempel di pakaian, rambut, kendaraan, atau ruangan menjadi salah satu alasan utama mereka mulai mencari alternatif. Dalam pengalaman konsumen, produk tembakau alternatif dianggap lebih nyaman karena tidak menghasilkan asap hasil pembakaran tembakau seperti rokok,” tambah Paido Siahaan.

Kajian Ilmiah Soroti Perbedaan Paparan Udara

Sejumlah penelitian juga mencoba mengkaji karakteristik emisi yang dihasilkan produk tembakau alternatif dibandingkan rokok konvensional. Salah satunya adalah riset Universitas Chang'an, Tiongkok, berjudul Characteristics of Second-Hand Exposure to Aerosols from E-Cigarettes yang diterbitkan pada 2024.

Studi tersebut menemukan bahwa aerosol yang dihasilkan rokok elektronik tetap melepaskan partikel ke udara. Namun tingkat kandungan sejumlah zat berbahayanya lebih rendah dibandingkan asap yang berasal dari pembakaran tembakau.

Penelitian itu juga mencatat bahwa kualitas udara di sekitar pengguna rokok elektronik menunjukkan tingkat polutan yang lebih rendah dibandingkan lingkungan yang terpapar asap rokok konvensional. Meski demikian, para peneliti tetap menekankan bahwa aerosol bukan berarti bebas risiko dan masih mengandung berbagai senyawa yang perlu diperhatikan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore