
Ilustrasi vape or electric cigarette. (Pixabay/Antara)
JawaPos.com - Peralihan perokok dewasa ke produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik (vape) dan produk tembakau yang dipanaskan semakin banyak terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah pengguna menyebut faktor kenyamanan sebagai alasan utama, mulai dari tidak adanya bau asap rokok yang menempel hingga anggapan bahwa produk tersebut lebih tidak mengganggu orang di sekitar.
Fenomena ini juga diamati oleh pelaku industri vape di Indonesia. Ketua Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (AKVINDO) Paido Siahaan mengatakan, banyak perokok dewasa mulai mencari alternatif yang dianggap lebih sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka.
“Dari sisi konsumen, alasan utama mereka beralih ke produk tembakau alternatif adalah karena ingin mengurangi paparan asap rokok dan bau yang menempel. Konsumen menilai penggunaan produk tembakau alternatif terasa lebih bersih, lebih ringan, dan tidak terlalu mengganggu orang sekitar,” ujar Paido, Kamis (11/6).
Menurut dia, salah satu keluhan yang paling sering disampaikan perokok adalah bau asap hasil pembakaran tembakau yang menempel pada pakaian, rambut, kendaraan, maupun ruangan. Faktor tersebut menjadi pertimbangan besar ketika mereka mulai mempertimbangkan alternatif selain rokok konvensional.
Paido menjelaskan, produk tembakau alternatif tidak melalui proses pembakaran seperti rokok biasa. Karena itu, produk tersebut tidak menghasilkan asap dan tar dalam jumlah yang sama seperti rokok konvensional. Tar diketahui sebagai salah satu senyawa yang terbentuk dari proses pembakaran tembakau dan mengandung berbagai zat berbahaya.
“Banyak pengguna menyampaikan bahwa bau rokok yang menempel di pakaian, rambut, kendaraan, atau ruangan menjadi salah satu alasan utama mereka mulai mencari alternatif. Dalam pengalaman konsumen, produk tembakau alternatif dianggap lebih nyaman karena tidak menghasilkan asap hasil pembakaran tembakau seperti rokok,” tambah Paido Siahaan.
Baca Juga:10 Penyebab Usus Buntu yang Perlu Diwaspadai, Jangan Anggap Sepele Nyeri Perut Kanan Bawah!
Sejumlah penelitian juga mencoba mengkaji karakteristik emisi yang dihasilkan produk tembakau alternatif dibandingkan rokok konvensional. Salah satunya adalah riset Universitas Chang'an, Tiongkok, berjudul Characteristics of Second-Hand Exposure to Aerosols from E-Cigarettes yang diterbitkan pada 2024.
Studi tersebut menemukan bahwa aerosol yang dihasilkan rokok elektronik tetap melepaskan partikel ke udara. Namun tingkat kandungan sejumlah zat berbahayanya lebih rendah dibandingkan asap yang berasal dari pembakaran tembakau.
Penelitian itu juga mencatat bahwa kualitas udara di sekitar pengguna rokok elektronik menunjukkan tingkat polutan yang lebih rendah dibandingkan lingkungan yang terpapar asap rokok konvensional. Meski demikian, para peneliti tetap menekankan bahwa aerosol bukan berarti bebas risiko dan masih mengandung berbagai senyawa yang perlu diperhatikan.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
