
Pakar Ortopedi Ungkap Kesuksesan Terapi saat Pasien Kembali Aktif (pinterest)
JawaPos.com - Penanganan masalah tulang, sendi, dan otot atau ortopedi selama ini sering dikaitkan dengan tindakan operasi. Namun, perkembangan dunia kedokteran menunjukkan bahwa pembedahan bukan satu-satunya pilihan dalam mengatasi gangguan muskuloskeletal.
Pendekatan nonbedah seperti terapi konservatif, pengobatan regeneratif, serta program rehabilitasi yang terencana kini semakin diandalkan untuk membantu pasien memulihkan fungsi gerak dan meningkatkan kualitas hidup.
Pandangan tersebut menjadi salah satu bahasan utama dalam Siloam Orthovolution 2026: Symposium & Live Surgery yang digelar oleh Siloam Hospitals Mampang di Jakarta. Kegiatan ini diikuti lebih dari 200 tenaga kesehatan dan menghadirkan 14 pakar ortopedi dari dalam maupun luar negeri, termasuk ahli ortopedi asal Brisbane, Australia, dr. Peter Gifford.
Dokter ortopedi sekaligus Pendiri Siloam Hospitals Mampang, dr. Henry Suhendra, menegaskan bahwa kemajuan teknologi bedah memang memberikan banyak manfaat dalam meningkatkan ketepatan dan keamanan tindakan medis. Meski demikian, menurutnya, keberhasilan layanan ortopedi tidak semata-mata ditentukan oleh operasi.
"Teknologi memang penting untuk meningkatkan presisi dan keamanan tindakan, tetapi tujuan utama kami adalah membantu pasien kembali bergerak dan hidup lebih baik. Dalam banyak kondisi, terapi konservatif, rehabilitasi terarah, dan pemantauan berkelanjutan juga memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan pemulihan pasien," tegas dr. Henry, dikutip Selasa (9/6).
Ia menjelaskan bahwa layanan ortopedi modern kini mengarah pada pendekatan yang lebih menyeluruh. Penanganan pasien tidak hanya berfokus pada keluhan yang dirasakan, tetapi juga melibatkan kerja sama lintas disiplin, mulai dari proses diagnosis, penentuan terapi, tindakan medis, hingga rehabilitasi setelah perawatan dilakukan.
Senada dengan itu, dokter ortopedi dr. Andri M. T. Lubis menyebut bahwa berbagai inovasi di bidang medis perlu diimplementasikan secara tepat dan aman dalam praktik klinis sehari-hari. Sejumlah teknologi dan metode terkini, seperti operasi berbantuan robot, teknik bedah minimal invasif, serta terapi regeneratif melalui stem cell dan orthobiologics, dikembangkan untuk memberikan penanganan yang lebih akurat sesuai kondisi masing-masing pasien.
Manfaat dari kombinasi teknologi medis dan program rehabilitasi yang terintegrasi juga dirasakan langsung oleh pasien. Iskandar Abubakar, yang pernah menjalani prosedur Total Knee Replacement (TKR) atau penggantian sendi lutut total di Siloam Hospitals Mampang, mengaku sempat diliputi keraguan sebelum memutuskan menjalani tindakan tersebut.
"Bagi saya, keputusan untuk menjalani tindakan TKR bukan hal mudah. Namun, yang paling berarti bagi saya adalah merasa didampingi, bukan hanya saat tindakan operasi, tetapi juga dalam proses (rehabilitasi) untuk bisa kembali bergerak dan beraktivitas dengan lebih baik," kisahnya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
