
Alasan banyak masyarakar RI pilih berobat ke Malaysia. (Ilustrasi)
JawaPos.com – Pelemahan nilai tukar rupiah dinilai tidak akan mengurangi minat masyarakat Indonesia untuk berobat ke luar negeri, khususnya bagi kelompok yang memiliki kemampuan ekonomi tinggi. Pasalnya, kesehatan adalah hal primer yang tak bisa dibenturkan dengan uang.
Pakar ekonomi kesehatan, Prof. dr. Hasbullah Thabrany, MPH, Dr.PH, menilai layanan kesehatan memiliki sifat inelastis terhadap harga sehingga biaya bukan menjadi pertimbangan utama saat seseorang sedang sakit.
"Kalau orang yang udah sakit dan dia punya duit, perbedaan dolar itu enggak penting,” katanya saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (19/5).
dr. Hasbullah menegaskan bahwa setiap orang memiliki hak untuk menentukan tempat berobat sesuai tingkat kepercayaan dan kemampuan ekonominya.
“Yang pertama kita mesti pahami bahwa setiap orang sesuai kemampuan ekonominya punya hak untuk memilih berobat di mana,” ucapnya.
Oleh karena itu, ia menilai bahwa masyarakat tidak bisa dipaksa untuk hanya berobat di dalam negeri demi alasan menjaga devisa negara.
“Itu tidak boleh kita batasin, paksa-paksa. Karena apa? Karena sakit itu dan sembuh itu punya nilai yang luar biasa berbeda antara satu orang dengan orang lain,” katanya.
Ia menilai jika masyarakat masih lebih percaya pada kualitas rumah sakit luar negeri dan memiliki biaya, maka hal tersebut tidak bisa dicegah.
“Kalau dia tidak percaya, dia masih percaya rumah sakit luar yang lebih baik, dan duitnya ada, ya biarin aja,” tuturnya.
Selain itu, dr. Hasbullah menegaskan mahalnya kurs dolar tidak akan terlalu memengaruhi keputusan masyarakat untuk mencari layanan kesehatan terbaik. Meskipun harga layanan tentu akan menjadi lebih mahal.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
