
Ilustrasi kanker paru. (Cancer Center).
JawaPos.com — Di balik padatnya lalu lintas ibu kota dan paparan polusi yang kian sulit dihindari, ancaman kanker paru kini menjangkau kelompok yang tak terduga. Penyakit yang selama ini identik dengan perokok aktif, perlahan mengintai mereka yang merasa telah menjalani hidup sehat.
Patricia Susanna, 56, tak pernah membayangkan dirinya masuk dalam daftar pasien kanker paru. Perempuan yang akrab disapa Susan itu mengaku tak memiliki riwayat merokok maupun gaya hidup berisiko. Namun, vonis dokter datang tanpa aba-aba.
“Seperti petir di siang bolong,” ujarnya.
Kisah Susan mencerminkan perubahan profil pasien kanker paru di Indonesia. Penyakit ini kini semakin banyak ditemukan pada perempuan dan kelompok non-perokok. Stigma lama pun mulai runtuh.
Data terbaru menunjukkan kanker paru menjadi penyebab kematian tertinggi akibat kanker di Indonesia, dengan kontribusi mencapai 14,1 persen. Kondisi tersebut mempertegas bahwa faktor lingkungan, seperti kualitas udara dan paparan asap rokok, turut berperan besar.
Perjalanan Susan tidak hanya diwarnai perjuangan melawan penyakit, tetapi juga menghadapi rumitnya sistem layanan kesehatan. Ia mengungkapkan, banyak pasien kanker paru yang mengalami salah diagnosis di tahap awal.
Gejala yang mirip dengan tuberkulosis (TBC) membuat pasien kerap menjalani pengobatan TBC berbulan-bulan, bahkan hingga bertahun-tahun. Akibatnya, waktu emas untuk menangani kanker terbuang percuma.
“Kadang dokter enggan melakukan pemeriksaan lanjutan karena administrasi JKN yang rumit,” kata Susan.
Padahal, pemeriksaan seperti PET Scan dan tes genetik sangat menentukan akurasi diagnosis. Sayangnya, akses terhadap teknologi tersebut masih terbatas, terutama bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Selain diagnosis, persoalan lain yang mengemuka adalah keterbatasan akses terhadap obat kanker terbaru. Susan berharap pemerintah tidak hanya mempertimbangkan harga obat, tetapi juga efektivitas serta dampaknya terhadap kualitas hidup pasien.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
