
Executive Director of Indonesia Health Development Center (IHDC), Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK.
JawaPos.com - Masalah stunting dan anemia pada anak tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik. Kondisi ini juga berpotensi mengganggu kemampuan kognitif, termasuk daya ingat dan konsentrasi saat belajar.
Temuan ini diperkuat oleh studi terbaru dari Indonesia Health Development Center yang menyoroti kaitan antara status gizi dan fungsi working memory anak usia sekolah. Studi ini dilakukan melalui skrining terhadap ratusan siswa sekolah dasar di Jakarta.
Working memory merupakan kemampuan otak dalam menyimpan dan mengolah informasi. Fungsi ini berperan penting dalam mendukung pemahaman, konsentrasi, serta kemampuan menyelesaikan tugas sehari-hari.
Ketua Dewan Pembina IHDC, Nila Djuwita F. Moeloek, menegaskan pentingnya kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Hal ini menjadi kunci dalam menyongsong bonus demografi Indonesia.
“Status gizi, tumbuh kembang, dan kemampuan kognitif anak menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang unggul. Sayangnya, Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari stunting, kekurangan asupan gizi, hingga anemia defisiensi besi yang masih tinggi pada anak khususnya pada usia sekolah. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga berpotensi menurunkan kemampuan belajar, termasuk fungsi working memory yang penting dalam proses pendidikan. Oleh karena itu, pemenuhan gizi optimal sejak dini menjadi langkah krusial untuk mendukung kualitas pembelajaran anak sekaligus mendorong tercapainya visi Indonesia Emas,” ujar Prof. Nila.
Hasil studi menunjukkan sekitar 19,7 persen anak mengalami anemia. Selain itu, 22,1 persen anak teridentifikasi mengalami kesulitan dalam fungsi working memory.
Temuan ini juga memperlihatkan hubungan antara kadar hemoglobin dengan kemampuan kognitif. Anak dengan kadar hemoglobin lebih rendah cenderung memiliki performa working memory yang lebih rendah.
Executive Director IHDC, Ray Wagiu Basrowi, menjelaskan bahwa risiko gangguan kognitif meningkat pada anak dengan anemia dan stunting. Kondisi ini menunjukkan perlunya perhatian serius terhadap asupan gizi anak.
“Anak dengan anemia memiliki risiko hampir dua kali lebih tinggi mengalami kesulitan dalam memproses dan menyimpan informasi. Hal yang sama juga terlihat pada anak dengan stunting, yang memiliki risiko hingga tiga kali lebih tinggi mengalami defisit working memory. Selain itu, kami juga menemukan bahwa asupan gizi anak, terutama protein dan zat besi, masih belum optimal dan berkaitan erat dengan kondisi anemia. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan yang lebih komprehensif dalam pemenuhan gizi anak usia sekolah, karena tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga pada kemampuan belajar mereka,” jelas dr. Ray.
Dari sisi asupan, anak dengan anemia tercatat hanya memenuhi sekitar 46 persen kebutuhan protein harian. Kondisi ini semakin mempertegas pentingnya kecukupan zat gizi dalam mendukung fungsi otak.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022