
Ilustrasi seorang pria yang memiliki penyakit jantung. (Dhimas Ginanjar/Nano Banana/JawaPos.com)
JawaPos.com – Akun media sosial bernama Pakdhe Indro mengunggah pernyataan soal “gagal jantung kenapa?” pada 26 Januari 2026. Dalam unggahannya disebutkan bahwa gagal jantung sama dengan cardiac arrest.
Pernyataan itu langsung menuai sorotan. Sebab, secara medis kedua kondisi tersebut sangat berbeda. Dr. dr. Vito A. Damay, SpJP(K), FIHA, FAsCC, FICA menegaskan anggapan tersebut keliru. Ia menyebut gagal jantung bukan cardiac arrest.
Menurutnya, gagal jantung adalah kondisi ketika jantung masih berdetak namun kemampuan memompa menurun. Sementara cardiac arrest adalah kondisi jantung berhenti mendadak.
“Kalau disederhanakan, gagal jantung itu pompa lemah. Cardiac arrest itu pompa berhenti,” jelasnya pada JawaPos.com.
Perbedaan ini berdampak langsung pada penanganan pasien. Gagal jantung bisa ditangani dengan obat dan kontrol rutin.
Sebaliknya, henti jantung adalah kondisi darurat. Pasien harus segera mendapat CPR untuk menyelamatkan nyawa.
Dokter Vito juga menyoroti narasi lain dalam unggahan tersebut. Yakni soal obat yang disebut bisa merusak jantung.
Ia menegaskan, obat jantung justru terbukti meningkatkan angka harapan hidup pasien. Hal ini didukung banyak studi medis.
“Obat jantung memperbaiki kerja jantung dan meringankan bebannya. Pasien bisa hidup lebih baik, tetap bekerja, dan mandiri,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022