
Diskusi terkait misinformasi produk tembakau alternatif. (Istimewa)
JawaPos.com–Perdebatan mengenai risiko kesehatan dan regulasi produk tembakau alternatif kembali mencuat di tengah maraknya informasi yang beredar di media sosial. Isu ini menjadi salah satu topik yang dibahas dalam diskusi publik yang digelar komunitas Gerakan Bebas TAR & Asap Rokok (Gebral) di Tangerang Selatan akhir pekan lalu.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah komunitas dan pengguna produk tembakau alternatif untuk berdiskusi mengenai perkembangan informasi, risiko, serta praktik penggunaan yang lebih bertanggung jawab.
Ketua Gebrak Garindra Kartasasmita menilai masyarakat saat ini dihadapkan pada beragam informasi yang tidak selalu akurat terkait produk tembakau alternatif. Seperti rokok elektronik atau vape, produk tembakau yang dipanaskan, hingga kantong nikotin.
Baca Juga:Tren Tokenisasi Aset Kripto Meningkat, Investor Indonesia Mulai Lirik Saham Global Versi Blockchain
Menurut dia, banyak perokok dewasa yang ingin mencari alternatif selain rokok konvensional, tetapi kesulitan mendapatkan informasi yang komprehensif.
”Tantangan terbesarnya saat ini adalah hoaks dan misinformasi. Dulu orang lebih fokus pada perubahan yang dirasakan ketika beralih, tetapi sekarang informasi yang beredar di media sosial sering membingungkan masyarakat,” kata Garindra.
Produk tembakau alternatif sendiri kerap diperdebatkan karena dinilai memiliki profil risiko yang berbeda dibandingkan rokok konvensional. Perbedaan utamanya terletak pada cara penghantaran nikotin.
Jika rokok menghasilkan nikotin melalui proses pembakaran tembakau, rokok elektronik maupun produk tembakau yang dipanaskan menggunakan sistem pemanasan. Beberapa penelitian juga mulai membandingkan kandungan zat berbahaya antara rokok dan produk tembakau alternatif. Salah satunya penelitian yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berjudul Evaluation of Laboratory Tests for E-Cigarettes in Indonesia Based on WHO’s Nine Toxicants.
Dalam penelitian tersebut, peneliti menganalisis sembilan senyawa toksikan utama yang biasa ditemukan pada produk tembakau. Hasilnya menunjukkan kadar beberapa senyawa berbahaya dalam emisi rokok elektronik tercatat lebih rendah dibandingkan asap rokok konvensional, bahkan beberapa zat tidak terdeteksi.
Meski demikian, para pakar kesehatan di berbagai negara masih menekankan bahwa produk tembakau alternatif bukan tanpa risiko dan tidak disarankan bagi non perokok, anak-anak, maupun remaja.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022