
ilustrasi wanita yang sakit. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com – Kesehatan wanita dibentuk melalui interaksi antara biologi, hormon, dan tahapan kehidupan.
Alhasil ini membuat mereka lebih rentan terhadap kondisi medis tertentu dibandingkan pria.
Meskipun keduanya memiliki risiko yang sama terhadap beberapa penyakit, wanita sering kali mengalami gangguan terkait fluktuasi hormon dan kesehatan reproduksi.
1. Gangguan tiroid
Sebagai bagian dari sistem endokrin, tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher di bawah kulit.
Kelenjar ini melepaskan hormon tiroid, tiroksin (T4) dan triiodothyronine (T3) yang mengontrol beberapa fungsi penting dalam tubuh.
Dua jenis utama penyakit tiroid adalah hipotiroidisme, yaitu kondisi tiroid yang kurang aktif dan hipertiroidisme, yaitu kondisi tiroid yang terlalu aktif.
2. PCOS
Ini adalah gangguan hormonal umum di mana kadar androgen yang lebih tinggi dari normal sering menyebabkan periode menstruasi tidak teratur, ovulasi abnormal, infertilitas, serta pertumbuhan bulu yang berlebihan dan jerawat pada wanita.
Sebagai penyebab anovulasi yang paling umum dan penyebab utama infertilitas, PCOS bersifat turun-temurun, tetapi memengaruhi wanita dengan cara yang berbeda.
3. Penyakit autoimun
Ini adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh seseorang secara keliru merusak sel-sel sehat dalam tubuh.
