ilustrasi orang yang minum air. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com - Sering buang air kecil atau beser saat salat Tarawih bisa sangat mengganggu kekhusyukan ibadah. Kondisi ini ternyata memiliki istilah medis dan dapat diatasi, salah satunya dengan mengatur pola minum serta gaya hidup sehari-hari.
Dokter Spesialis Urologi Eka Hospital, dr. Saras Serani Sesari, Sp.u, menjelaskan bahwa kondisi sering kencing tersebut dikenal sebagai Overactive Bladder (OAB). Dalam istilah awam, kondisi ini lebih dikenal sebagai beser dan cukup umum dialami oleh banyak orang yang mengganggu terutama pada momen tertentu seperti saat menjalankan ibadah dalam durasi lama seperti salat tarawih.
“Sebenarnya kondisi tersebut disebut sebagai beser, ya. Atau kalau secara medis namanya Overactive Bladder. Memang untuk terapinya sendiri itu berjenjang, dari yang mulai perubahan gaya hidup, kemudian pengaturan asupan cairan (intake cairan), kemudian baru ke arah konservatif, ke arah obat-obatan,” ujarnya kepada wartawan usai acara Grand Launching Summit Robotic & Endourology Institute di Eka Hospital MT Haryono, Rabu (18/2).
Ia menambahkan, penanganan kondisi ini tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan metode terapi yang paling tepat bagi setiap individu, karena kondisi setiap orang bisa berbeda.
“Tapi memang untuk memastikan mana terapi yang paling tepat, itu harus dengan sesi konsultasi, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang,” lanjutnya.
Meski demikian, dr. Saras menyebut bahwa langkah awal mengatasi beser yang bisa dilakukan masyarakat adalah dengan memperbaiki pola hidup, termasuk mengatur jumlah dan waktu konsumsi cairan. Cara ini dinilai cukup efektif untuk membantu mengurangi frekuensi buang air kecil, terutama saat menjalankan ibadah seperti tarawih.
“Namun, mungkin kalau tahap awal tentu diawalinya dengan treatment yang lebih sederhana, yaitu pengaturan gaya hidup dan pengaturan asupan cairan,” jelasnya.
Selain itu, penanganan OAB juga bisa dilakukan secara bertahap, mulai dari perubahan gaya hidup, latihan dasar panggul, hingga penggunaan obat-obatan. Dalam kasus tertentu, tindakan medis lanjutan seperti operasi juga dapat menjadi pilihan jika kondisi tidak membaik.
Masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan gejala beser yang dirasa mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk saat beribadah. Konsultasi dengan tenaga medis tetap menjadi langkah terbaik untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
