Mengantuk dan lemas adalah salah satu dampak konsumsi gula berlebih di Bulan Ramadhan (freepik)
JawaPos.com – Di bulan suci Ramadhan, kita sering tergoda makanan dan minuman manis setelah berpuasa tetapi konsumsi gula yang berlebihan justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Riset kesehatan global menunjukkan bahwa asupan gula tambahan yang melebihi kebutuhan tubuh bisa berkontribusi pada berbagai masalah metabolik dan kronis.
Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan konsumsi gula tambahan tidak lebih dari sekitar 6-12 sendok teh per hari untuk memberi manfaat kesehatan secara maksimal. Sebab jika kelebihan gula dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes dan penyakit jantung.
Artikel ini membahas dampak konsumsi gula berlebih selama Ramadhan sehingga Anda bisa tetap menikmati waktu berbuka dan sahur tanpa membahayakan kesehatan jangka pendek maupun panjang sebagaimana dilansir dari laman World Health Organization dan Keslan Kemenkes, Rabu (18/2) :
Salah satu dampak paling nyata dari konsumsi gula berlebih adalah kenaikan berat badan dan peningkatan risiko obesitas karena gula menambah banyak kalori dengan nutrisi yang sedikit.
Saat seseorang mengalami obesitas, risiko untuk terkena penyakit metabolic lainnya seperti diabetes dan hipertensi juga meningkat secara signifikan.
Mengonsumsi gula tambahan yang tinggi dalam diet dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang sering dan signifikan sehingga memaksa pankreas memproduksi insulin secara berlebihan.
Dalam jangka panjang tentu ini dapat menyebabkan resistensi insulin dimana sebuah kondisi sel tubuh tidak lagi merespons insulin secara efektif sehingga meningkatkan risiko terjadinya diabetes tipe 2.
Penelitian epidemiologis menunjukkan bahwa konsumsi gula tambahan yang tinggi berhubungan dengan peningkatan kadar trigliserida,kolesterol LDL (Jahat) dan tekanan darah sebagaimana semua faktor ini berkontribusi langsung dengan penyakit jantung.
Selain itu, konsumsi gula berlebih juga berkaitan dengan peradangan kronis dalam tubuh yang menjadi salah satu penyebab terjadinya penyakit arteri koroner dan masalah jantung lainnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022