Dokter Tirta menyatakan merawat kesehatan kulit bisa dilakukan dengan merawat pakaian. (Instagram dr. Tirta)
JawaPos.com - Pernyataan seorang dokter sport kardiologi yang menegaskan bahwa GERD atau asam lambung naik tidak menyebabkan sakit jantung maupun kematian mendadak viral di media sosial X. Alih-alih memicu diskusi sehat, unggahan tersebut justru menuai hujatan dari warganet, bahkan sang dokter sempat dikatai “bodoh” oleh salah satu akun.
Mulanya, cuitan itu diunggah akun Dwita Rian Desandri (@wita_desandri). Dalam unggahannya, dr. Dwita menulis bahwa penyakit GERD tidak akan menyebabkan penyakit jantung.
"GERD gak bikin henti jantung mendadak. Jauh banget. Biar organnya nempel atas bawah cuma dibatesin otot diafragma," tulisnya.
Unggahan tersebut langsung meledak dengan jutaan tayangan dan ribuan interaksi karena berhubungan dengan isu kematian influencer Lula Lahfah.
Namun, di kolom balasan, muncul komentar dari akun @nrsbniaa yang menyebut pernyataan tersebut sebagai kebodohan.
"Kok ad org sebodoh ini," tulis komentar tersebut.
Komentar singkat bernada merendahkan itu akhirnyamemicu reaksi keras dari dr. Tirta Mandira Hudhi yang kemudian mengunggah video klarifikasi dengan nada tegas dan emosional.
Dalam videonya, dr. Tirta mengaku geram karena serangan tak berdasar yerhadap sejawat, senior, hingga dosen-dosen di bidang kardiologi yang “digoblok-goblokkan” oleh warganet yang tidak memahami ilmu kedokteran.
"Saya terpaksa banget buat video agak ngegas ini gara garane sejawat saya, senior-senior saya, dosen-dosen saya di bidang perjantungan digoblok-gobloke wong sing radong, bajingan," ucapnya dengan kesal.
dr. Tirta menegaskan bahwa secara medis, GERD memang sama sekali tidak berkaitan langsung dengan serangan jantung mendadak. Menurutnya, kematian mendadak umumnya berhubungan dengan gangguan pada jantung atau otak, salah satunya akibat gangguan irama jantung yang kerap tidak bergejala.
“Yang sering terjadi dan tidak ada gejalanya itu gangguan irama jantung. Itu ada subspesialisasi sendiri. Gejalanya bisa cuma berdebar-debar, lalu tiba-tiba berlanjut jadi serangan jantung,” jelasnya.
dr. Tirta juga meluruskan anggapan bahwa jantung berdebar saat GERD bukan berarti disebabkan oleh penyakit jantung. Menurutnya, sensasi tersebut muncul akibat nyeri atau respons tubuh terhadap rasa tidak nyaman, bukan karena adanya gangguan irama jantung.
“GERD itu penyakit asam lambung naik. Asam lambung naik ke esofagus. Jauh hubungannya dengan jantung. Kalau berdebar saat GERD, itu karena nyeri, bukan karena gangguan irama jantung,” tegasnya.
Ia pun menyayangkan fenomena warganet yang merasa lebih paham hanya bermodal membaca artikel singkat di internet. dr. Tirta menilai sikap tersebut berbahaya karena dapat menyesatkan masyarakat dan memicu ketakutan yang tidak berdasar terkait kesehatan.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
